Tinggal Serumah dengan WNA, Wartawati Pembawa Sabu Tak Punya Surat Nikah

- detikNews
Rabu, 14 Nov 2012 14:01 WIB
Rumah wartawati, AC, di Perumahan Citra Indah, Cluster Alamanda, Blok V 01 No 55, Jonggol Bogor.
Jakarta - Warga di perumahan di Perumahan Citra Indah, Cluster Alamanda, Jonggol, Bogor mengaku tidak banyak mengetahui perihal AC, wartawati pembawa sabu yang tinggal di perumahan tersebut. Bahkan warga menduga AC mempunyai hubungan gelap dengan seorang warganegara asing.

"Ini sudah kasus kedua, waktu itu pertama kali masalah internal. Jadi sekitar 3 tahun lalu, pengurus RT yang dulu pernah mencurigai mereka pasangan kumpul kebo, soalnya waktu diminta menunjukan surat nikah mereka tidak bisa menunjukannya," ujar salah seorang tetangga yang enggan disebut namanya, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/11/2012).

Ia menuturkan semenjak kejadian itu pemilik rumah mulai jarang terlihat berada di rumah tersebut. Menurutnya, seorang WNA Kamerun justru yang lebih sering mengunjungi tempat tersebut.

"Sejak kasus itu yang perempuan sudah jarang keliatan, eh muncul-muncul malah kasus narkoba, kalau yang orang negro masih suka ke sini naik mobil Terios silver," tuturnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, ketua RT setempat, Andy Purnomo membenarkan peristiwa penggrebekan tersebut.

"Kebetulan saya (ketua) RT baru, memang tahun 2009 pernah digrebek pengurus RT lama karena kumpul kebo, saat diminta surat nikah mereka tidak bisa menunjukan," ujarnya.

Andy menjelaskan selama menjabat menjadi ketua RT dirinya mengenali pemilik rumah jarang bergaul dengan tetangga sekitar. "Mereka jarang berinteraksi dengan tetangga, lebih dikenal tertutup, terutama yang WNA Kamerun setiap ke rumah ini dapat dihitung dengan jari dan selalu malam hari," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wartawan perempuan berinisial AC, tertangkap menyerahkan sabu 2,6 kg di taksi di belakang pusat belanja Sarinah, Senin (5/11) lalu. BNN memang mencium adanya rencana transaksi narkoba di lokasi tersebut.

Transaksi ini dilakukan oleh dua orang perempuan, AC dan BD di dalam sebuah taksi. BNN menemukan 1 guling yang isinya 26 plastik sabu.

"Kita menyergap mereka, AC dan BD. Keduanya perempuan. Kita temukan 1 guling berisi 26 plastik sabu. Total 2,6 kg sabu. Sabu tersebut akan diserahkan kepada seseorang di Manggarai. Sampai di Manggarai, benar ada yang menunggu seorang wanita, inisial M dan warga negara Kamerun inisial F," kata Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Benny Mamoto.

Warga Kamerun tersebut terpaksa ditembak kakinya karena hendak melarikan diri. Bahkan F juga hendak menabrak anggota BNN.

Berdasarkan hasil penyelidikan, F dan M diketahui adalah suami istri. Apartemen F di Mediterania Garden juga digeledah. BNN menemukan uang dolar palsu dan banyak bahan-bahan kimia pembuat uang.

Tidak cukup sampai di situ, rumah AC di Jonggol juga ikut-ikutan digeledah. Dan lagi-lagi, BNN menemukan berdus-dus uang palsu.
(edo/rmd)