Gus Dur Teken Deklarasi Perubahan, Tapi Tetap Golput
Kamis, 16 Sep 2004 17:25 WIB
Jakarta - Gus Dur meneken deklarasi Gerakan Kultural Memperjuangkan Perubahan. Namun dia menegaskan akan tetap golput dalam Pilpres putaran dua."Saya hadir dalam acara ini mengorbankan 2 acara penting, pernikahan di Singapura dan bertemu dengan PM Malaysia di Malaysia. Sebab saya lebih mementingkan acara ini. Walaupun saya tanda tangan, tapi tetap saja saya golput."Demikian tukas Gus Dur usai acara deklarasi di Gemini Room Hotel Hilton, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (16/9/2004).Turut meneken deklarasi tokoh-tokoh yang mendukung SBY-JK. Antara lain Rachmawati Soekarnoputri, Hidayat Nur Wahid, Adi Sasono, Mochtar Pakpahan, Haryanto Taslam, Ade Nasution, Djabar badjeber, Rahardjo Tjakraningrat, Abdillah Toha, Alwi Shihab, Bambang Sudibyo, Salahuddin Wahid, KH Masdar F Masudi, Fani Habibie, Muladi dan Priyo Budi Santoso.Meski tidak secara langsung menyatakan dukungan untuk SBY-JK dan mendiskreditkan Mega-Hasyim, mereka dalam pernyataan tertulis yang dibacakan secara bergantian menyebutkan alasan pendeklarasian Gerakan Kultural Memperjuangkan Perubahan. Antara lain:1. Karena timbulnya sikap netral dalam memilih antara perubahan dan status quo.2. Lahirnya koalisi status quo dalam rangka bagi-bagi kekuasaan.3. Kemungkinan dijalankannya politik uang dan politik curang dalam pemungutan dan penghitungan suara.4. Ditemukannya petunjuk-petunjuk ada penggunaan sumber daya dan kekuasaan yang resmi dan sumber dana publik untuk pemenangan salah satu pasangan kandidat.Didasari kemungkinan itu, mereka menganjurkan:1. Rakyat menggunakan hak pilih secara sadar dan aktif.2. Menyerukan KPU, Panwas Pemilu, dan jajarannya untuk menjalankan tugas nasional menyelenggarakan Pemilu secara jujur, adil, bertanggung jawab, cermat, dan waspada.3. Dalam menghadapi pilihan antara perubahan dan status quo, menyerukan kepada rakyat untuk mengambil sikap yang tegas, memilih berdasarkan hati nurani.4. Memastikan terpilihnya calon yang mampu membawa perubahan, yaitu tokoh yang jujur, amanah, kemampuan tinggi, berpihak kepada rakyat, dan dapat diandalkan membawa perubahan.5. Mendorong terbentuknya pemerintahan yang bersih dan demokratis.6. Mengajak rakyat untuk turut serta aktif mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara, antara lain menjadi saksi resmi atau relawan supaya tidak ada kecurangan.
(sss/)











































