Koalisi Kebangsaan Tergetkan Lebih 50 Persen di Riau
Kamis, 16 Sep 2004 17:06 WIB
Pekanbaru -
Tim Koalisi Kebangsaan di Riau dalam pilpres nanti optimis akan mendulang suara lebih dari 50 persen. Hal itu dimungkinkan, karena seluruh tim sukses Mega-Hasyim masih solid.Hal itu diungkapkan Ketua Koordinator Tim Koalisi Kebangsaan Provinsi Riau, Saleh Djasid kepada wartawan, Kamis (16/9/2004) dalam acara Silahturahmi Tim Sukses Mega-Hasyim di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru.Menurut Saleh yang juga mantan Gubernur Riau, hingga kini tim sukses Mega-Hasyim di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau masih solid untuk memenangkan jagonya dalam pilpres kedua nanti."Melihat kesolidan ini, kami yakin bisa mengumpulkan suara lebih dari 50 persen. Sebab, pada pemilu legislatif lalu, suara Golkar di Riau bisa mendudukkan 17 anggota dewan. Ini belum lagi ditambah partai lainnya yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan," kata Saleh.Saleh yang terpilih sebagai anggota DPR RI dari Golkar itu mengakui masih ada sebagian kecil fungsionaris Partai Golkar secara pribadi mendukung pasangan SBY-Kalla. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap tim Koalisi Kebangsaan."Dalam satu keluarga saja selalu terjadi perbedaan pendapat. Apalagi dalam sebuah partai. Tapi itu kita anggap itu hal yang wajar saja," kata Saleh.Di tempat yang sama, Ketua Barisan Muda Koalisi Kebangsaan (BMKK) Provinsi Riau, Rusli Ahmad kepada detikcom mengatakan, pihaknya saat ini telah membawahi sekitar 64 organisasi di bawah PDIP serta ormas lokal dan nasional yang siap mendukung pasangan Mega-Hasyim.Dia malah berkeyakinan, untuk Provinsi Riau pihaknya menargetkan suara dalam pilpres nanti sekitar 80 persen. Angka itu dianalisis dari banyak organisasi masyarakat yang ikut tergabung dalam BMKK mulai dari tingkat provinsi hingga ke kebupaten dan pelosok desa."Kami yakin dalam pilres kedua ini pasangan Mega-Hasyim di Riau akan meraih suara 80 persen. Ini juga bisa dianalisis bahwa dalam pemilu legislatif telah menghasilkan lebih dari 70 persen partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan telah menguasai DPRD Riau," kata Rusli Ahmad.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































