"Memang nama-namanya direvisi. Tapi nama-nama itu tidak bisa kita buka, karena ini semua masih dalam proses," kata anggota BK DPR Anshory Siregar, kepada detikcom, Rabu (14/11/2012).
Namun demikian, Anshory menambahkan, sekalipun Dahlan menarik sejumlah nama anggota DPR yang pernah dilaporkan ke BK, namun proses tetap berjalan. Tidak menutup kemungkinan BK akan mengungkap nama-nama baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Dahlan Iskan melaporkan 7 anggota DPR dalam dua kali pelaporan. Pelaporan pertama dilakukan Dahlan dengan memenuhi panggilan BK. Pada pelaporan pertama, Dahlan melaporkan 2 anggota DPR peminta jatah ke BUMN. Dahlan Iskan tidak pernah menyebut nama maupun inisial anggota DPR peminta jatah ke BUMN ini. Menurut anggota BK Usman Jafar, dua anggota DPR tersebut adalah Sumaryoto (PDIP), dan Idris Laena (Golkar).
Sementara pelaporan kedua disampaikan melalui surat. Menurut sumber detikcom di BK DPR, lima anggota DPR yang dilaporkan Dahlan adalah AQ, ATP, LM, ARW,dan MIQ. Dari lima inisial itu, ada dua anggota DPR yang sudah buka-bukaan, yaki Achsanul Qosasi (PD), dan M Ikhlas El Qudsi (PAN). Ikhlas bahkan melempar somasi ke Dahlan Iskan.
Pada Selasa (13/11) kemarin, Dahlan Iskan mengirim surat kedua ke BK DPR. Menurut Ketua BK DPR M Prakosa, Dahlan merevisi nama-nama yang telah dilaporkan ke BK DPR. Menurut sumber di BK DPR, Dahlan mencabut dua nama anggota DPR yang telah dilaporkan terkait permintaan jatah ke BUMN. Menurut sejumlah sumber, dua nama yang dicabut Dahlan Iskan adalah ATP dan El Qudsi. Keduanya disebut tidak hadir dalam rapat dengan direksi Merpati. "Infonya begitu, tapi kita tunggu saja BK," kata El Qudsi saat dikonfirmasi detikcom.
(van/nrl)











































