Usai Dinonaktifkan
Fahmi Cs Temui Sesepuh Golkar
Kamis, 16 Sep 2004 17:03 WIB
Jakarta - Fahmi Idris dan sejumlah fungsionaris Golkar yang dinonaktifkan melakukan silaturahmi dengan sesepuh Partai Golkar di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (16/9/2004). DPP Golkar sempat mengeluarkan imbauan agar para sesepuh tak menghadiri pertemuan itu. Pertemuan dibungkus dengan nama "Silaturahmi Nasional Forum Terbuka untuk Persatuan dan Pembaharuan Partai Golkar. Fungsionaris DPP Golkar yang dinonaktifkan hadir dalam pertemuan itu antara lain Fahmi Idris, Marzuki Darusman, Anton Lesiangi, Abu Hanifah dan Burhanuddin Napitupulu. Sementara Jusuf Kalla tak kelihatan hadir. Sesepuh partai Golkar yang hadir antara lain Mien Sugandi, Abdul Gafur, mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin dan mantan Menteri Yustika Baharsyah dan mantan Kasospol Sarwan Hamid. DPP Partai Golkar, Rabu (15/9/2004) kemarin mengeluarkan, surat imbauan kepada sesepuh Partai Golkar untuk tidak menghadiri Forum Pembaharuan Partai Golkar tersebut. Surat ditandatangani Ketua DPP Golkar Agung Laksono dan Sekjen Golkar Budi Harsono. Alasannya Forum Pembaharuan Partai Golkar tidak diakui keberadaanya dalam tubuh partai Golkar. Surat tersebut antara lain ditujukan kepada Ibu Umar Wirahadi Kusumah. Foto kopian imbauan itu beredar dalam silaturahmi tersebut. Sarwan Hamid yang menghadiri silaturahmi mengaku tidak menerima imbauan tersebut. "Saya tak terima. Toh imbauan boleh-boleh saja," Pertemuan sendiri diisi dengan pidato-pidato menyoroti kebijakan DPP Golkar. Fahmi misalnya mempertanyakan keputusan Golkar menyokong Mega yang tidak disertai klausul sikap yang akan diambil jika Mega kalah. "Saya nilai kebijakan (mendukung Mega) tidak tepat karena pertanyaan bagaimana kalau Mega kalah itu belum dijawab. Apalagi Golkar tak punya karakter oposisi," kata Fahmi. Marzuki Darusman, di sela-sela pertemuan itu, mengatakan belum bisa bereaksi atas penonaktifan karena belum menerima suratnya. Ia mengaku masih merasa sebagai anggota partai Golkar. "Kalau sudah diterima baru kami akan pelajari karena yang kami ketahui baru dari media massa," kata Kiki, panggilan akrab mantan Jaksa Agung itu. DemoSilaturahmi tersebut sempat diwarnai demo yang memprotes Fahmi Idris dan Jusuf Kalla. Massa demo menggelar poster bertuliskan "Fahmi Idris Pengkhianat" dan "Pak Jusuf Kalla Jangan Intervensi Partyai Golkar, Bapak Bukan Orang Golkar Lagi".Sekitar 30 orang yang memakai kaos berlambang Golkar itu membubarkan diri setelah perwakilannya diberi uang oleh salah seorang peserta silaturahmi.
(iy/)











































