"Sang pemilik perusahaan mengalami jantungan karena kaget saat diperiksa dan melihat banyak wartawan," kata salah satu petugas KPK yang tidak mau disebutkan namanya, di kantor PT Adora di Jalan Tebet Raya no. 45 D, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2012).
Menurutnya, bos PT Adora tersebut akan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Mau dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya KPK menggeledah PT Adora terkait kasus dugaan korupsi simulator SIM. Penggeledahan sudah berlangsung selama 5 jam. PT Adora diketahui merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang IT termasuk di dalamnya tentang sistem, aplikasi dan security. Bidang ini memang terkait erat dengan alat simulator SIM.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 4 tersangka yakni Irjen Djoko Susilo, Brigjen Didik Purnomo, Pengusaha Budi Susanto, dan Sukotjo Bambang. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek similator SIM di Korlantas yang total nilai proyek mencapai Rp 196,87 miliar.
Saat ini sejumlah wartawan masih menunggu di luar gedung untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.
(slm/van)











































