Gejala yang dialami Rafi pertama kali diketahui ketika berusia 40 hari. Awalnya Rafi menderita panas, ketika panasnya turun Rafi malah menderita kejang-kejang. Mengetahui adanya kelainan, orang tua Rafi langsung membawanya ke dokter spesialis anak di RS Hermina Bogor.
"Saya sempat senang pas panasnya turun, tapi anak saya malah kejang-kejang," kata ibu kandung Rafi Mia Rusmiati, kepada detikcom, Selasa (13/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami langsung bawa ke Rumah Sakit Azra untuk di scan sabtu kemarin, karena di RS Hermina nggak ada alatnya," jelas Mia.
Mia melanjutkan, hasil CT Scan menunjukan jika anaknya menderita penyakit hydrochepalus. Keluarga lantas merujuknya ke Rumah Sakit PMI Bogor, pada Minggu pagi. Pihak keluarga juga mengaku keget Rafi menderita Hydrocepalus.
"Saya kaget anak saya kena hydrochepalus, padahal di keluarga tidak ada yang pernah kena penyakit itu," jelas Mia .
Sementar itu Muhamad Armanto ayah Rafi mengakui, hingga kini ia masih kebingungan dengan biaya pengobatan untuk operasi anaknya tersebut. Pendapatannya dari pekerjaannya sebagai sopir jemputan sekolah masih belum cukup untuk membayar biaya rumah sakit. Kartu Jamkesda pun masih belum bisa digunakan karena dirinya masih belum memiliki KTP Bogor.
"Kami bingung mas harus bagaimana, karena takut biaya untuk pengobatannya mahal. Karena belum bisa diurus Jamkesdanya, harus minta surat pindah ke Bogor dulu baru bisa. Untungnya keluarga dan tetangga masih ada yang bantu buat biaya penginapan di rumah sakit," jelasnya.
(van/van)











































