Seorang wartawan perempuan berinisial AC, tertangkap menyerahkan sabu 2,6 kg di taksi di belakang pusat belanja Sarinah. Selain itu di rumah AC juga terdapat banyak uang palsu (upal).
Disampaikan Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Benny Mamoto, pada Senin (5/11) lalu pihaknya melancarkan operasi pengungkapan sindikat narkoba Nigeria.
BNN menengarai rencana transaksi narkoba oleh kurir, dan dilakukan penangkapan saat tersangka menunggu di belakang Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Di sana muncul taksi. Kurir perempuan ini naik taksi dan melakukan transaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Kamerun tersebut akan kabur dan menabrak anggota BNN, maka terpaksa ditembak dan kena kaki. Kemudian BNN mengembangkan lagi kasus itu, pada Selasa (6/11) diketahui F adalah suami M. BNN kemudian melakukan penggeledahan di rumah AC di Jonggol, ditemukan berdus-dus uang palsu.
Penggeladahan dilakukan juga di apartemen F di Mediterania Garden. Ada uang dolar palsu dan bahan-bahan kimia pembuat uang.
"Kita menemukan di sini, ada penghubung antara sindikat narkoba dengan sindikat uang palsu. Karena menurut keterangan tersangka, uang itu kalau dideteksi, nyaris sama dengan yang asli. Kami bekerja sama dengan penyidik Polri kiranya bisa membantu mengungkap jaringan uang palsunya dan mengungkap sindikat Nigeria," imbuhnya.
Pihaknya juga akan mengungkap siapa penggeraknya. BNN mengisyaratkan tak menutup kemungkinan pengendali berada di balik lapas.
"Salah satu yang menyerahkan sabu, adalah wartawan, AC, suaminya orang Kamerun berinisial A. A mengantarkan AC di Sarinah. Status AC calon reporter. Ini narkoba bisa menyasar siapa pun, kebetulan suaminya orang Kamerun," jelas Benny.
Kemudian Kepala Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto menimpali, "Jadi kalau wartawan perempuan, hati-hati ya kalau cari pacar".
Sumirat menambahkan belum bisa memperkirakan uang palsu yang ditemukan. "Di pabrik masih banyak, pabriknya di Jonggol, Kabupaten Bogor," jelasnya.
Pantauan detikcom, uang palsu yang dihadirkan sebagai barang bukti sebanyak 1 dus besar yang ukurannya lebih besar sedikit dari kardus mie instan. Di kardus itu banyak pecahan uang palsu US$ 100 dan 100 Euro, dan film negatif pencetak uang palsu.
(nwk/nrl)










































