Acara apel akbar becak ini diawali dengan tarian Pancasari yang diperagakan seniman Didik Nini Thowok. Ketua Yayasan MURI Jaya Suprana mengatakan momentum penyerahan piagam MURI pada apel akbar becak ini sangat mengaharukan.
"Apel yang dihadiri 1000 becak ini hanya ada di Yogja, karena di luar negeri tidak bakal ada becak sebanyak ini. Tidak hanya peserta terbanyak, tapi DIY juga mampu mempertahankan becak sebagai warisan budaya Indonesia," kata Jaya Suprana, pada apel akbar becak di alun-alun utara Yogyakarta, Selasa(13/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menghapus becak menurut saya itu adalah dosa kebudayaan," kata Jaya Suprana.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kesempatan tersebut mengatakan, becak Yogyakarta harus mampu mengukuhkan predikat Yogyakarta sebagai kota budaya diantaranya dengan tertib berlalulintas. Becak Yogya sebagai transportasi non motor akan melekat predikat sebagai moda budaya.
"Disaat Becak diburu dan dihilangkan, pada saat itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX almarhum menyatakan, becak dapat dijadikan ciri penanda budaya Jawa. Sehingga harus dijaga kelangsungan hidupnya," ungkap Sultan, disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan pengemudi becak.
Apel akbar becak Yogyakarta yang diikuti 1000 becak ini diselenggarakan oleh Dirlantas POLDA DIY dalam mengkampanyekan keselamatan berlalulintas. Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Bambang Pristiwanto mengatakan, becak selama ini dalam catatanya lalulintas paling minim terjadi kecelakaan lalulintas. Sehingga becak menjadi pelopor keselamatan berlalulintas.
Apel akbar becak Yogyakarta ini dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kakorlantas Polri Irjen Puji Hartanto, Kapolda DIY Sabar Raharjo, Ketua MURI Jaya Suprana dan lain-lain.
(van/van)











































