"PU terlalu banyak kata-kata yang sebetulnya pemborosan kata-kata," kata Ahok mengomentari proposal Dinas PU.
Hal ini disampaikan pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu di dalam rapat anggaran 2013 dengan Dinas PU DKI di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Rabu (8/11) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat Dinas PU berusaha menjelaskan bahwa di dalam salah satu programnya terdapat rencana pembelian barang. "Menambahkan Pak, ini kan ada pembelian alat pengukur ketinggian air, ditambah dengan pemberian sistem, sistem pemberian infonya yang menggunakan Telkom," tuturnya.
"Ya nanti dijelaskan peralatannya itu, kami tidak ingin potong sampai nol. Tapi bagilah. Saya rasa ini sangat wajar. Saya sangat mengerti situasi," jawab Ahok.
Kemudian, seorang pejabat Dinas PU lainnya juga menjelaskan bahwa saat ini telah ada pusat informasi mengenai banjir. "Sudah jadi Desember ini, sudah berfungsi. Digabung dengan BPPT, dengan BMKG dan departemen PU Pak," jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ahok meminta pihak Bappeda untuk mempertanyakan poin-poin yang tidak jelas dalam proposal ini. "Bappeda, tolong ya, kalau tidak jelas nanti. Terus terang nanti di DPRD tidak diperinci. DPRD tidak mengejar yang seperti itu," ujar Ahok.
"Biaya-biaya, perencanaan, penelitian, konsultan, pengecekan, dokumen-dokumen, penyusunan naskah, analisa, kajian, studi, pemutakhiran data, pengamanan, pendampingan, sosialisasi, PU paling banyak model yang seperti ini. Saya lihat di proposal 100 juta, 600, ini kayak kebanyakan duitnya main taruh taruh aja. Itu akan kita periksa ya," tutur Ahok.
(sip/nrl)











































