Diskriminasi No, Setia Kawan Yes

Capres SBY:

Diskriminasi No, Setia Kawan Yes

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 15:48 WIB
Jakarta - Ini yel-yel baru dari capres SBY: diskriminasi no, setia kawan yes. Karena tidak akrab di telinga, sambutan pendukungnya hanya tepuk tangan.Yel-yel itu disampaikan SBY saat mengakhiri pidato dalam acara pagelaran 'Bhinneka Tunggal Ika: Indonesia untuk Semua' di Istora Senayan Jakarta, Kamis (16/9/2004). Acara berlangsung pukul 13.20-15.00 WIB."Indonesia untuk semua, bersama kita bisa, diskriminasi no, kesetiakawanan yes," seru SBY yang disambut tepuk tangan sekitar 3.000 pendukungnya karena tidak bisa ikut menyebutkan yel tersebut.Jika kata 'dikriminasi' yang disebut SBY kemungkinan mengacu pada keluh kesah seorang pedagang Glodok Jakarta warga keturunan, namun kata 'kesetiakawanan' yang disebut SBY entah terkait apa.Sebelum SBY berpidato, perwakilan pedagang dari Glodok Jakarta curhat tentang perlakuan diskriminatif yang diterimanya dalam menjalankan usaha. Selain sang pedagang, beberapa profesi dan suku bangsa Indonesia juga curhat kepada SBY.Antara lain nelayan dan petani dari Sulsel, dokter dari Papua, pekerja bangunan dari Jakarta, guru dari Aceh, siswa SMU dari NTT, penjual jamu dari Madura, pelaku pariwisata dari Bali, ibu rumah tangga dari Bandung, tokoh adat dari Sumbar, dan penyandang cacat."Kami mengharapkan, selain menghargai profesi kami, Pak SBY juga memperhatikan daerah kami," kata para perwakilan profesi dan suku bangsa itu.Setelah itu curhat mereka ditutup dengan pernyataan sikap yang disampaikan Andi M Mallarangeng. Mereka menyatakan sikap mendukung SBY dan menginginkan pemimpin yang baru.Menanggapi hal itu, SBY mengaku akan memperjuangkan dengan gigih semua aspirasi dari seluruh rakyat Indonesia apabila dirinya dan Kalla terpilih."Saya tidak mau berjanji. Tetapi di hadapan Allah, semua sikap yang disampaikan tadi merupakan kewajiban bagi saya dan Pak Kalla untuk melaksanakannya. Dengan ridha Allah, akan saja jalankan amanah itu," ujar SBY. (sss/)



Berita Terkait