"November ini provinsi yang punya potensi longsor paling tinggi adalah Bangka Belitung, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan," kata Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Sugeng Triutomo, di Kantor BNPB, Jl. Juanda No 36, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2012).
"Desember potensi paling tinggi adalah Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah. Januari 2013 paling potensi adalah Sulawesi Selatan," sambungnya.
Berdasarkan data yang dikeluarkan BNPB mengenai peta rawan bencana banjir di Indonesia tahun 2011 adalah Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah. Selain itu DKI Jakarta, daerah aliran sungai Bengawan Solo (Jateng dan Jatim), banjir lahar dingin Merapi (Jateng dan DIY), banjir lahar dingin Semeru (Jatim), sungai Citarum (Jabar), Gunung Bawakaraeng (Sulawesi Selatan), dan kawah Gunung Ijen (Jatim) turut menjadi perhatian BNPB.
Berdasarkan pada instruksi Presiden No 4/2012 tentang penanggulangan bencana banjir dan longsor, BNPB melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak terkait seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Pemerintah Daerah yang terkena bencana banjir dan longsor.
"Mekanisme penangan darurat kita lakukan adalah siaga darurat, tanggap darurat, dan pemulihan darurat. Itu kita lakukan ke daerah-daerah dengan melakukan pelatihan, simulasi, pemberian kebutuhan bantuan, dan pengerahan sumber daya," tutup Sugeng.
(vid/lh)











































