Dahlan menjawab satu persatu pertanyaan Anggota Komisi VII DPR, salah satunya adalah soal PLTU di Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditanyakan Alimin Abdullah dari Fraksi PAN. Alimin menanyakan proyek PLTU yang dikerjakan PLN.
Namun jawaban Dahlan tak memuaskan Alimin. Dia kemudian mengejar dengan mengatakan proyek itu juga dikeluhkan oleh Pemda Kaltim selalu merugi. Nah, saat kembali menjawab pertanyaan Alimin, ada anggota DPR yang 'nyeletuk' bahwa investor proyek itu adalah grup Jawa Pos.
Mendengar hal itu, nada bicara Dahlan berubah. Nada bicaranya memburu dan jadi lebih cepat.
"Apakah bapak bisa mempertanggungjawabkan pernyataan bapak? Sayangnya pernyataan anggota parlemen di rapat tidak bisa dituntut, padahal kalau di negara lain bisa," kata Dahlan sambil menghadap salah seorang anggota DPR.
Setelah itu Dahlan tetap dicecar beberapa pertanyaan. Sesi tanya jawab berlangsung dengan panas.
(tor/)











































