2 TKW Diperkosa, Indonesia Kirim Nota Protes ke Malaysia

2 TKW Diperkosa, Indonesia Kirim Nota Protes ke Malaysia

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 13 Nov 2012 13:47 WIB
2 TKW Diperkosa, Indonesia Kirim Nota Protes ke Malaysia
Jakarta - Dalam rentang waktu yang berdekatan, 2 Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia mengalami pemerkosaan di Malaysia. Atas peristiwa tersebut pemerintah RI melalui kementerian luar negeri mengirim nota protes kepada Malaysia.

"Yang kemarin sudah, yang tadi juga sudah," jelas Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Hal itu dikatakan usai acara Penyatuan Visi "Bersama Menuju Indonesia Maju 2030" yang digelar oleh Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Pasific Place, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Marty mengatakan pihaknya terus memantau kasus warga negara Indonesia yang mengalami tindak pidana pemerkosaan oleh tiga oknum polisi Malaysia. Menurut Marty hari ini ada statement dari pihak polisi Malaysia yang intinya menyatakan tiga pelaku tetap dalam kondisi ditahan.

"Dan bahkan pada 16 November ini berkas sudah diajukan dan bisa didakwa secara langsung dan formal di pengadilan. Dan maksimum hukuman kepada yang bersangkutan 20 tahun penjara dan hukuman ibat kepada tiga pelaku," paparnya.

Marty juga sudah mendengar soal adanya warga negara Indonesia yang mengalami aksi tindak pidana pemerkosaan. Pelakunya kali ini oleh majikanya dan istri majikannya. Kedua pelaku melarikan diri dan sedang diupayakan penangkapan oleh pihak kepolisian Malaysia.

"Sementara korban sekarang sudah di RS, dan mendapat perlindungan dari perwakilan kita di Malaysia," jelas Marty.

Menurut Marty korban adalah warga Aceh dan sempat dikabarkan menjadi tuna wisma (pemulung) di Jakarta. Setelah dia diajak oleh oknum untuk dipekerjakan ke Malaysia untuk menjadi TKI dengan tidak melengkapai persyaratan yang cukup.

"Sehingga tiba di Malaysia kemudian berganti majikan berulang kali dan terakhir musibah yang terkena adalah mengalami pemerkosaan oleh majikan, dan penyekapan oleh majikan dan akhirnya sekarang dia mendapat perlindungan dr KBRI dan RS," imbuhnya.

Marty mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Menlu Malaysia pagi ini. Malaysia siap bekerjasama menuntaskan kedua kasus tersebut.

"Beliau menyampaikan pemerintah Malaysia menyatakan sikap tegas mengutuk, mengecam aksi ini. Dan akan bekerjasama dengan pihak Indonesia agar pelaku dapat mempertanggungjawabkannya," tututpnya.












(ega/)


Berita Terkait