Keluarga Agung Yulianto Menduga Polisi Salah Tangkap

Keluarga Agung Yulianto Menduga Polisi Salah Tangkap

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 15:22 WIB
Surabaya - Keluarga Agung Yulianto menduga polisi salah tangkap. Menurut mereka, sehari-hari Agung masih kuliah dan menjadi tenaga marketing obat-obatan. Ibadah salat Agung, juga belang bentong, alias kadang-kadang. Agung tinggal di rumah mertuanya di daerah Gubeng Kertajaya, Surabaya. Dia merupakan bapak seorang anak bernama Salwa yang baru berumur satu tahun. Istrinya bernama Santi Indria Winayu Sari dan mertuanya bernama Suyono. Agung (25) masih tercatat sebagai mahasiswa semester 13 Institut Teknologi Aditama Surabaya (ITATS). Untuk menghidupi keluarganya, Agung menjadi tenaga marketing suatu produk obat-obatan. Agung ikut ditangkap polisi pada Rabu (16/9/2004) malam, saat sedang bertamu ke rumah Rahmatullah di Sidoarjo. Saat itu polisi melakukan penggerebekan rumah Rahmatullah dan menangkapnya. Seusai penggerebekan, polisi juga membawa Agung ke Mapolres Sidoarjo. Saat detikcom bertandang ke rumah mertua Agung Yulianto di daerah Gubeng Kertajaya, Surabaya, Kamis (16/9/2004) siang, keluarga mengaku belum mengetahui bahwa Agung ditangkap polisi. Mereka juga bertanya-tanya mengapa Agung tidak pulang ke rumah sejak semalam sampai siang ini. Istrinya, Santi, tampak terkejut saat diberi informasi bahwa Agung ditangkap polisi. Saat ditemui, Santi mengenakan pakaian seperti kebanyakan wanita Indonesia. Hanya menggunakan rok, mengenakan kaos lengan pendek, dan tidak memakai kerudung. Ini berbeda dengan istri Rahmatullah yang mengenakan cadar. Menurut Santi, sebenarnya suaminya memberitahu lewat telepon belum bisa pulang ke rumah, karena masih ada keperluan. "Tadi malam pukul 21.00 WIB, lewat telepon, suami saya bilang kalau tidak bisa pulang, karena ada keperluan. Hanya sebentar bicaranya," kata Santi. Saat ditanya keperluan apa, suaminya tidak mau menjelaskan. "Katanya nanti dia menjelaskan semuanya setelah pulang. Makanya saya juga nunggu-nunggu kok sampai sekarang belum pulang juga," kata dia. Karena itu, Santi terkejut saat dikasih tahu bahwa suaminya ditangkap polisi. Santi tidak yakin bahwa suaminya telah terlibat kasus terorisme. "Saya bisa yakinkan bahwa penangkapan suami saya hanya salah paham mas," kata Santi. Menurut Santi, suaminya selama ini hanyalah orang biasa, tidak pernah ikut dalam organisasi Islam atau pengajian. Santi juga dengan polosnya memperlihatkan foto Agung. Perawakan Agung tampak kurus. "Ini suami saya. Tampangnya biasa-biasa saja dan tidak berjenggot," kata dia seakan meyakinkan bahwa suaminya hanyalah orang biasa-biasa saja. Saat ditanya apakah dirinya kenal Rahmatullah dan Farida, Santi mengaku tidak kenal. "Saya gak kenal mereka. Mas Agung tidak pernah cerita. Saya juga bingung, untuk apa Mas Agung di rumah mereka," kata dia. Sementara Suyono, mertua Agung, mengaku, perilaku Agung biasa-biasa saja. Begitu juga teman-temannya, tidak ada yang mencurigakan. "Dia itu tidak ikut di organisasi mana pun. Jadi, aneh, kalau dia ditangkap kasus terorisme. Wong salatnya saja tidak teratur," ungkap Suyono, yang sehari-harinya berwiraswasta itu. Agung merupakan kelahiran Nganjuk. Ibunya seorang guru, dan bapaknya seorang pensiunan ABRI. Agung mengenal Santi saat kuliah. Agung kuliah di ITATS dan Santi kuliah di Unair. Setelah berpacaran, mereka pun menikah. "Sejak menikah, Agung saya suruh tinggal di sini, wong saya hanya punya anak dua," kata Suyono. Rumah Suyono di kawasan ini tergolong sangat bagus. Berbeda dengan rumah-rumah tetangganya. Rumahnya juga tampak luas dan enak dipandang mata. Sebuah mobil Daihatsu Feroza tampak terparkir di garasinya. "Anak mantu saya kemarin pulang dari Nganjuk. Tindak tanduknya juga biasa-biasa saja. Bahkan, kemarin dia bawa Semangka dari Nganjuk," kata Suyono yang masih penasaran dengan penangkapan Agung. Suyono sangat yakin bahwa menantunya itu menjadi korban salah tangkap polisi. "Nanti sore, saya akan ke Mapolres Sidoarjo untuk mengetahui apa yang terjadi," jelasnya. (asy/)


Berita Terkait