Intel Kejar GAM di Kota Banda Aceh, 1 PNS Tewas

Intel Kejar GAM di Kota Banda Aceh, 1 PNS Tewas

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 15:10 WIB
Banda Aceh - Satuan Taktis (Sattis) intelijen TNI mengejar anggota GAM yang tengah berkeliaran di kawasan Kota Banda Aceh. Meski akhirnya buruan dapat dilumpuhkan, tak urung seorang warga sipil terkena peluru nyasar dan akhirnya meninggal dunia.Naas benar nasib Ida Luviana (29). Sehari-hari, perempuan yang acap dipanggil Ida atau Opi ini adalah PNS pada Dinas Kehutanan di Provinsi NAD. Ida tewas setelah peluru menembus pinggangnya."Kita masih menyelidiki apakah itu peluru dari anggota kita atau anggota GAM itu. Karena di lokasi kejadian sempat terjadi baku tembak," terang Dandim Joko Warsito pada wartawan di Makodim 0101/Aceh Besar, Kamis (16/9/2004). Dia juga menambahkan, dari bekas tembakan, diketahui korban ditembak dari jarak dekat.Tak hanya seorang sipil, menurut Joko, seorang anggota Sattis TNI juga terserempet peluru di bagian paha. Sedangkan anggota GAM yang dikejar dan akhirnya tertangkap dan terserempet peluru di bagian tangan.Sattis bergerak ketika dikatakan ada anggita GAM dari Pidie yang turun ke Banda Aceh. "Semula mereka dikatakan ada di Peunayong, tapi kemudian lari ke kawasan Blang Padang," terang Joko.Peristiwa yang terjadi Rabu kemarin sekitar pukul 15.00 WIB itu dikatakannya terjadi di kawasan Blang Padang, Banda Aceh, di depan kantor Partai Golkar, Banda Aceh. Hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah dinas Kasdam Iskandar Muda, rumah dinas Wagub NAD dan mes Kodam. Kawasan Blang Padang adalah sebuah lapangan yang menjadi semacam alun-alun Kota Banda Aceh.Keenam anggota Sattis yang berada di lokasi kejadian dikatakan Joko masih diperiksa di Pom Dam sampai siang ini. "Kita mau tahu lebih detail soal kejadian itu dan juga untuk mengetahui sejauh mana profesionalitas mereka ketika mengejar anggota GAM di tengah keramaian seperti itu. Anggota GAM yang kita tangkap juga tidak bisa kita sebutkan identitasnya karena kita lagi melakukan pengembangan dan sudah dikirim ke Pidie," ungkapnya.Tumpuan Keluarga itu Telah TiadaAdik kandung korban, Ita menyebutkan, kakaknya pamit dari kantor sekitar pukul 14.00 WIB. Gadis pendiam itu tak mengatakan kemana tujuannya, ketika keluar kantor. "Hanya pamit pada atasannya saja, tidak pada teman-temannya," kata Ita, didampingi ibundanya, Nurhayati pada wartawan yang melayat ke rumah korban, Kamis (16/9).Perempuan tamatan SMEA jurusan perkantoran yang baru beberapa bulan menjadi PNS ini, kata Ita, merupakan tumpuan keluarga. Pasalnya, hanya dialah satu-satunya yang bekerja sebagai PNS. "Dia itu kalau kita mintai bantuan, cepat sekali. Kakaklah satu-satunya harapan keluarga saat ini karena abang paling besar belum bekerja. Kami berharap dialah yang bisa membantu keluarga," ujarnya lirih.Insiden ini sebenarnya sudah menjadi buah bibir pada sore hingga malam kemarin. Tapi baik pihak keluarga dan aparat keamanan tak bersedia berkomentar. Bahkan, para wartawan foto dan televisi diminta keluarga untuk tidak mengambil gambar.Masih menurut Ita, meski insiden itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, keluarga baru mendapat kabar sekitar pukul 18.00 WIB. "Kakak naik kereta (motor,red), tapi keretanya tidak apa-apa, tidak lecet. Sepertinya bukan tengah mengendarai kereta," akunya.Ida tak hanya tidak bisa membantu keluarganya lagi. Anak kedua dari lima bersaudara pasangan Nurhayati dan M Lizan itu, juga tak bisa melangsungkan pernikahannya. "Kakak bilang, bulan 12 ini mau menikah," tandas Ita. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads