"Ada kesan kami mengadili Pak Dahlan. Kami mencari tahu kenapa heboh seperti cacing kepanasan. Itu kan harus jelas," kata Effendi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Dia mengatakan selama ini Komisi VII DPR hanya ingin memanggil Dahlan Iskan untuk mengklarifikasi temuan BPK. Namun, dia menambahkan, berita yang muncul adalah seolah-olah Komisi VII DPR ingin mengadili Dahlan Iskan.
"Tinggal diverifikasi saja, kita kan tidak punya media. Ini baru kali pertama. Nanti akan diverifikasi hal lain-lain. Bagaimana PT PLN terbuka," ujarnya.
Lebih jauh, politisi senior PDIP itu mengatakan, Komisi VII DPR akan menanyakan kebijakan Dahlan saat memimpin PLN.
"Kenapa operasi maintenance pembangkit mahal. Apa iya karena soal gas saja? Kemudian keterlambatan proyek 10 ribu mega watt ini kan terbuka. Kemudian pengadaan genset yang tanpa tender," tuturnya.
(tor/lh)











































