Analis politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, menilai hal yang lumrah Rhoma berani mencalonkan diri sebagai capres. "Itu adalah bentuk ekspresi politik Rhoma," kata Arya saat berbincang, Selasa (13/11/2012).
Namun ada beberapa kendala yang membuat jalan Rhoma akan sangat sulit bisa menjadi calon pemimpin bangsa ini. Setidaknya ada empat hal yang bakal mengganjal jalan Rhoma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rhoma juga tidak memiliki kendaraan politik," jelas Arya.
Saat ini, hampir seluruh partai-partai besar sudah memiliki jagoannya sendiri untuk dimajukan sebagai capres. Jika pun ada, parta-partai kecil harus berkoalisi.
"Rhoma juga tidak mempertimbangkan basis massanya," imbuh Arya.
"Ia juga tidak punya modal politik," tutupnya.
Rhoma sendiri yakin jika ia memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi. Acuannya adalah konser OM Soneta di mana pun yang selalu dipadati massa.
"Saya rasa masyarakat sangat tahu saya. Setiap konser Soneta di manapun, lapangan tidak muat. Seperti dalam Pilkada, Soneta tampil di alun-alun, lapangan, selalu tidak mampu menampung massa. Elektabilitas saya tinggi," kata Rhoma.
(mok/nvc)











































