"Ke depan saya berharap agar ekstra hati-hati. Kalau Presiden akhirnya berikan grasi, apapun itu hak prerogatif presiden," ujar Priyo.
Terlepas dari itu, Priyo mengatakan bahwa dirinya tetap menghormati presiden. Menurutnya, yang harus dipikirkan saat ini adalah apakah mungkin grasi tersebut bisa ditinjau ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo pun menanggapi tentang argumentasi yang beredar bahwa presiden telah mendapat masukan yang salah. "Saya tidak mau terjebak dalam polemik seperti Pak Mahfud MD dengan Pak Sudi Silalahi," kata Priyo.
Namun, Priyo Titik memandang apa yang dikatakan Mahfud MD tentang 'masukan yang salah untuk Presiden', ada sisi benarnya. Namun penyampaiannya dilakukan dengan bahasa yang sangat keras.
Karenanya, Priyo mengatakan dirinya menjadi maklum jika Sudi Silalahi menjadi marah.
"Karena memang penyataan Pak Mahfud sangat keras, melihat istana sepertinya sangat permisif terhadap masalah penanganan narkoba," tuturnya.
(/van)











































