Ricuh dengan Satpol PP, 5 Buruh di Batam Terluka dan Dilarikan ke RS

Ricuh dengan Satpol PP, 5 Buruh di Batam Terluka dan Dilarikan ke RS

Agus Siswanto - detikNews
Senin, 12 Nov 2012 14:41 WIB
Ricuh dengan Satpol PP, 5 Buruh di Batam Terluka dan Dilarikan ke RS
Foto: agus siswanto/detikcom
Batam - Aksi ratusan buruh di Batam, Kepulauan Kepri, berlangsung damai. Situasi justru ricuh saat buruh menunggu hasil keputusan rapat pembahasan upah sambil bersiap makan siang. Lima buruh dilarikan ke RS karena terkena pukulan pentungan Satpol PP.

Usai menyampaikan aspirasi, sebagian buruh naik ke lantai 4 kantor Pemko Batam, Senin (12/11/2012). Namun belum sempat menikmati makan siang, mereka terlibat adu mulut dengan Satpol. Petugas meminta buruh keluar.

Tidak terima perlakuan itu, para buruh melawan. Kedua kubu tak mampu menahan diri sehingga sempat terjadi aksi saling memukul. Sedikitnya 5 buruh terkena pentungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kejadian, tidak ada polisi di lokasi. Dengan demikian, tidak ada pihak yang bisa melerai kericuhan buruh dan Satpol PP.

Usai kejadian tersebut, Wakil Walikota Batam Rudi menenangkan massa buruh di depan Pemko Batam. Buruh terlanjur emosi. Mereka menuntut Pemko Batam menindak oknum Satpol PP yang melakukan penganiayaan.

"Kami akan melakukan pemeriksaan oknum Satpol PP yang disebut melakukan penganiayaan terhadap para buruh," kata Rudi kepada wartawan.

Informasi dari pihak buruh, ke-5 peserta demo yang terkena pentungan dan dilarikan ke RS adalah Arief, Andre, Ucok, Muktarom, dan Anna. Berdasarkan pantauan detikcom di lapangan, puluhan aparat kepolisian turun ke lokasi. Hingga pukul 14.00 WIB, buruh masih berada di halaman Pemko Batam.

(trw/trw)


Berita Terkait