"Kalau tidak salah seorang guru. Ngajar di Pesantren di Bima," kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Kepastian bahwa jasad teroris yang tewas dalam penyergapan di Poso adalah M Khoiri alias Jipo, setelah petugas melakukan uji pembanding DNA dari ayah kandung Khoiri
"Rencananya akan dibawa pulang ke Bima, mungkin satu-dua hari ke depan diberangkatkan ke Bima," kata Boy.
Penyidik, Boy menjelaskan, sudah berunding dengan pihak keluarga untuk menguburkan jasad Khoiri di Jakarta. "Namun sampai pagi tadi belum ada tanggapan, keluarga masih berkeinginan membawa almarhum ke Bima," jelasnya.
Dalam jaringan teror Poso, Khoiri termasuk yang merekrut individu-individu di Bima untuk ikut serta dalam pelatihan teror di Tamanjeka, Poso. Sementara kaitan dengan bom yang pernah meledak di sebuah pesantren di Bima, kata Boy, pihaknya masih melakukan pendalaman.
"Terkaitan dengan di NTB setahun lalu sedang didalami peran dengan peristiwa yang terjadi di NTB," jelasnya.
(ahy/rmd)











































