"Pak Haji Rhoma Irama banyak penggemar karena posisi beliau sebagai penyanyi dangdut yang sangat populer. Akan tetapi pilpres itu tak hanya bermodal popularitas," kata Priyo.
Hal ini disampaikan Priyo kepada detikcom, Senin (12/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan tetapi ada hal-hal lain mengenai segi kapabilitas, kemampuan, dan segi kepatutan," katanya.
Namun Priyo tetap menghormati keinginan Rhoma Irama. Bagaimanapun setiap warga negara Indonesia berhak nyapres.
"Tapi tetap saja kita harus menghormati pilihan Pak Rhoma," katanya.
Keyakinan Rhoma bahwa dirinya memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi bisa dilihat dari konser OM Soneta di mana pun yang selalu dipadati massa.
"Saya rasa masyarakat sangat tahu saya. Setiap konser Soneta di mana pun, lapangan tidak muat. Seperti dalam Pilkada, Soneta tampil di alun-alun, lapangan, selalu tidak mampu menampung massa. Elektabilitas saya tinggi," kata pemimpin OM Soneta ini saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/11/2012).
Rhoma menegaskan, dia siap maju capres karena adanya desakan dari ulama dan habib. Kemudian juga, sejumlah politisi mendukung dirinya untuk maju.
"Jadi saya maju ini bukan ujug-ujug, ada alasan," terang Rhoma yang dikenal sebagai raja dangdut ini.
(van/nrl)











































