"Kapabilitas tidak berdasarkan akademik, ada kapabilitas otodidak. Jadi presiden tanpa harus embel-embel kualifikasi intelektual," kata Rhoma saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/11/2012).
Bagi pemegang penghargaan "The South East Asia Superstar Legend" ini, yang utama bagi pemimpin atau presiden adalah kemampuang mengatur. Rhoma memiliki pengalaman dengan Indonesia. Dia mengaku, selama 40 tahun berkeliling Indonesia hingga ke pelosok lewat aktivitas seni dan dakwah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rhoma, yang juga dikenal dengan julukan satria bergitar ini pun yakin, dengan dorongan ulama dan habib, serta dukungan umat, dia bisa melaju menjadi capres. Bagaimana dengan dukungan parpol?
"Ada beberapa politisi yang mendukung, tapi tidak bisa saya katakan," tutur pioner dangdut-rock ini.
Apa yang ditawarkan Rhoma, yang akrab disapa 'Bang Haji' ini kepada masyarakat? "Puluhan tahun saya kenal bangsa ini. Kelebihan saya, saya punya sense of belonging," ujarnya percaya diri.
(ndr/nrl)










































