Pantauan detikcom, Senin (12/11/2012), di halte busway Pancoran Tugu, serpihan dan bekas pecahan kaca masih dipinggirkan. Petugas hanya meminggirkan serpihan kaca, agar penumpang dan warga tidak ada yang terluka.
"Ya sampai sekarang memang belum diperbaiki. Petugas kita belum ada yang datang ke sini. Sampai sekarang petugas dari pusat juga belum mengambil tindakan untuk memperbaiki kacanya. Makanya sampai sekarang kacanya kami biarkan begitu saja," ujar petugas bus TransJakarta, Karmalis, di halte busway Pancoran Tugu, Jakarta Selatan.
Salah seorang penumpang yang mengarah ke Pusat Grosir Cililitan (PGC), Iwan mengaku tetap menumpang bus TransJ. Namun dia berharap kejadian itu tidak terulang lagi.
"Ya gimana ya, kalau selama nggak terjadi di siang hari sih nggak apa-apa. Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi karena membuat masyarakat khawatir," ujar Iwan.
Iwan setuju saja jika halte busway akan dipasang CCTV. Tujuannya agar halte busway lebih aman.
Sementara itu di halte busway Tebet BPKM juga masih belum diperbaiki. Namun jumlah penumpang tetap padat.
Peristiwa perusakan 2 halte busway itu terjadi Minggu (11/11) pukul 04.30 WIB dini hari. Di halte Pancoran Tugu yang menjadi sasaran perusakan adalah kaca bagian pintu. Lebih dari setengah bagian kaca pintu ukuran 2,5 x 1 meter itu sudah tidak ada.
Sedangkan untuk halte Tebet BKPM, perusakan mengenai kaca seluas 3 x 0,5 meter. Dan kaca yang masih menempel hanya tersisa sekitar 20% bagiannya.
Hingga kini tidak tampak garis polisi di sekitar kedua TKP. Saat ini pecahan kaca sudah dipinggirkan dari lokasi.
(nwy/nwk)











































