Diduga Terkait Terorisme, 3 Orang Ditangkap di Sidoarjo

Diduga Terkait Terorisme, 3 Orang Ditangkap di Sidoarjo

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 11:43 WIB
Surabaya - Aparat kepolisian terus mengejar orang-orang yang diduga terkait terorisme. Rabu (15/9/2004) pukul 18.30 WIB, di sebuah rumah kontrakan di Sidoarjo, polisi menangkap tiga orang. Rumah kontrakan yang digeledah itu beralamatkan di Jl. Merak III, Perumahan Rewin, RT 02/09, Kelurahan Wedoro, Sidoarjo. Rumah itu dikontrak oleh pasangan suami istri bernama Rahmatullah (26)-Farida. Keterangan penggeledahan rumah kontrakan sederhana itu disampaikan oleh Ketua RT 02/06 Sujadi kepada wartawan yang menemuinya, Kamis (16/9/2004). Menurut dia, saat penggeledahan itu, kebetulan di rumah itu, ada seorang pria yang sedang bertamu. "Jadi, ahmatullah dan istrinya serta tamu itu dibawa sama polisi. Saya tidak tahu, ke mana mereka dibawa. Tapi, kata polisi, ini demi kepentingan negara," kata Sujadi. Menurut Sujadi, Rahmatullah dan istrinya, merupakan warga baru. Mereka baru mengontrak rumah kecil yang memiliki lebar 3 meter itu sekitar tiga minggu yang lalu. Saat mengontrak rumah, Rahmatullah mengaku sebagai mahasiswa di Universitas Bhayangkara, Surabaya. Sujadi juga menjelaskan, Rahmatullah sendiri bukan berasal dari Jawa Timur. Rahmatullah berasal dari Kedung Soka, Ampel, Serang, Banten. Hanya saja, istrinya memang orang Surabaya. Saat mengontrak rumah itu, menurut Sujadi, Rahmatullah memperlihatkan akta nikah yang dikeluarkan Kelurahan Tambaksari, Surabaya. Namun, di KTP-nya, Rahmatullah berlamatkan di perumahan Bharata Jaya, Surabaya, yang tidak lain adalah alamat rumah orang tua Farida. Menurut Sujadi, sebelum penggeledahan, Rabu malam, dirinya didatangi oleh Kapolsek Waru bersama sejumlah polisi. "Kapolsek mengatakan akan menggeledah dan menangkap warga saya dengan alasan kepentingan negara," kata Sujadi. Pada saat penggeledahan, Sujadi ikut mendampingi para polisi itu. "Karena saya tahu dia itu Kapolsek, maka saya antar saat menggeledak rumah itu," jelasnya. Saat penggeledahan, kata Sujadi, dirinya melihat polisi sempat menemukan dokumen dalam kondisi basah yang dimasukkan ke dalam sumur. Seusai penggeledahan, Rahmatullah dan istrinya serta seorang tamu dibawa polisi. "Saya tidak mengenal tamunya. Mereka dibawa ke mana, saya juga tidak tahu," ungkapnya. Mengenai kegiatan Rahmatullah dan istrinya, Farida, yang bercadar itu, Sujadi mengaku tidak tahu. "Saya kurang tahu persis kegiatan sehari-harinya, karena mereka kan/I> orang baru di sini," jelasnya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads