Hamzah Haz: PPP Pilih Oposisi Jika Mega Kalah

Hamzah Haz: PPP Pilih Oposisi Jika Mega Kalah

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2004 11:42 WIB
Bandung - "Misal nanti Mega-Hasyim kalah, sudah kita menjadi oposisi. Tidak akan bersedia duduk di pemerintahan yang sekarang ini. Kalau ada yang masuk dari kader PPP tidak akan kita akui dan akan dipecat dari PPP," kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz.Demikian disampaikan Hamzah Haz dalam sambutannya di acara silahturahmi dengan alim ulama, pemuda dan wanita PPP se-Jawa Barat (Jabar) di Grand Pasundan, Jalan Peta, Bandung, Kamis (16/9/2004). Pernyataan Hamzah langsung disambut tepuk riuh massa PPP. Turut hadir, perwakilan dari Koalisi Kebangsaan Jawa Barat, Ketua MUI Jabar KH Hafid Usman, Ketua Umum Paguyuban Pasundan Muhammad Syafii, PWNU Jabar KH Sofyan Yahya, Dewan Majelis PPP KH Amin Bunyamin MZ serta 300 ulama dari ponpes yang beraviliasi dengan PPP di Jawa Barat.Dalam kesempatan itu, Hamzah membeberkan lima alasan PPP bergabung dengan PDIP. Alasan pertama, PPP berkoalisi dengan partai bukan perorangan. Kedua, memilih parpol yang suaranya besar. "Kita punya 58 kursi di DPR dan suara yang lebih besar dari kita adalah PDIP," ujarnya.Ketiga, memilih partai yang berpengalaman di legislatif dan eksekutif yakni PDIP. Keempat, memilih partai yang punya track record pengalaman di eksekutif dan legislatif juga PDIP. Kelima, memilih partai yang dapat menampung visi misi PPP."Tugas kita sebagai partai Islam ingin menegakkan ajaran Islam di Indonesia. Lagipula, disamping Mega ada KH Hasyim Muzadi sehingga hablum minallah lewat KH Hasyim dan hablum minannas lewat Mega," paparnya.Selain itu, Hamzah menceritakan alasan dirinya gagal masuk putaran kedua pilpres. "Suara di legislatif yang kecil dan uang yang ada sangat minim sekali. Untuk mendrop dana saksi, kita tidak sanggup. Dulu waktu pemilihan legislatif, saya masih bisa mendrop dana," demikian Hamzah Haz. (aan/)


Berita Terkait