Polisi memburu rekan pelempar bom ke arah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tadi pagi. Dua pelaku yang kabur ke arah Dusun Pamajengang, Desa Moncongloe, Maros, tepatnya di wilayah perbatasan Maros-Makssar, sempat terjatuh dan meninggalkan sepeda motor yang dikendarai.
Pantauan detikcom di Dusun Pamajengang, Minggu (11/11/2012), pukul 20.30 WITA, puluhan pasukan gabungan dari kepolisian dan personel TNI AD berjaga di sekitar dusun tersebut. Mereka membawa senjata lengkap.
Di tempat itu, tepatnya di belakang Kompleks Perumahan Tamalanrea Permai yang ada di dekat Dusun Pamajengang, sekitar pukul 16.00 WITA terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dengan dua terduga teroris yang mengendarai sepeda motor Honda Beat DD 6418 D warna hitam. Dua terduga teroris itu dikejar satu peleton pasukan Brimob dari Polda Sulsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu saya melihat dua orang itu terpeleset dan terjatuh dari motornya. Tapi karena orang itu bawa pistol saya lari. Mereka sempat kabur ke arah pematang sawah, saya langsung masuk ke dalam rumah, takut ditembak," kata Nurdin yang ditemui di lokasi.
Tak lama setelah melihat kedua terduga teroris tersebut, Nurdin melihat pasukan polisi datang ke lokasi. Dalam aksi pengejaran itu, polisi sempat menembak ke arah dua terduga teroris yang dikejar. Dua teroris itu pun sempat kembali terjatuh dari motornya, namun tak tertembak. Mereka akhirnya berhasil lolos.
"Bahwa dari hasil pengembangan peristiwa yang terjadi tadi pagi, anggota Densus melakukan pengejaran hingga pelaku menghentikan kendaraannya di pematang sawah. Tapi kedua pelaku tersebut berhasil lolos, tapi barang bukti berupa motor tertinggal. Motornya kemudian diamankan anggota," kata Kasat Brimob Polda Sulsel, Kombes Ramdani Hidayat, yang juga ditemui di lokasi.
(tor/tor)










































