Kecelakaan ini terjadi pada Minggu (11/11/2012) siang. Peristiwa terjadi saat bus Bima Jaya yang tengah di parkir di jalanan menurun tiba-tiba berjalan dan tak mampu dikendalikan hingga menabrak lima rumah warga.
"Lokasi parkir bus itu kan di jalan menurun. Tiba-tiba saja bus melaju kencang dan sopirnya tidak bisa mengendalikan. Awalnya menabrak teras di samping rumah saya, roboh. Lalu menabrak rumah saya ini dan baru berhenti setelah menabrak lima rumah," kata Erni warga dusun Mancingan yang rumahnya mengalami kerusakan parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pihak kepolisian menyatakan bus dengan pengemudi Slamet Santosa (32) warga Jatisan Purwodadi Pasuruan dan kernet Heri (31) warga Wonoayu Kriyan Sidoarjo rencananya akan meneruskan perjalanan ke candi Borobudur.
Sebelum berangkat sopir bus pergi ke kamar kecil dan meninggalkan kuncinya terpasang di bus. Sesaat kemudian bus berplat W 7243 UR itu menderu dan melaju ke arah bangunan rumah warga.
"Informasi sementara kernetnya berniat menghidupkan mesin. Tapi diduga bus tidak di lengkapi rem tangan (hand rem) hingga dia mencoba memasang gigi satu. Tapi bus justru melaju kencang lalu menabrak rumah dan seorang penumpangnya hingga tewas," terang AKP Setyo Heri Purnomo Kasat Lantas Polres Bantul.
Berdasar data yang dikumpulkan aparat kepolisian, korban bernama Ny Mujayana (55) warga Putat Lor kecamatan Menganti Gresik saat kejadian sedang mencari oleh-oleh di kios pakaian. Korban tewas setelah mengalami luka parah di bagian kepala.
"Kemungkinan korban tertabrak lalu tertimpa reruntuhan. Tadi ditemukan warga saat membersihkan puing rumah dan segera di bawa ke RS Sarjito", tambahnya.
Di lokasi kejadian bus berwarna hijau muda dengan strip gambar tokoh wayang Werkudoro warna putih berhasil di evakuasi dua truk derek. Reruntuhan rumah dan perabot tampak berserakan sementara pakaian dan beragam makanan milik warga yang rumahnya hancur tercecer di sana-sini.
Akibat peristiwa ini warga yang sehari-hari berjualan oleh-oleh baik makanan ataupun pakaian terancam tak dapat berjualan mengingat rumah yang biasa untuk menggelar dagangan hancur berantakan.
(mad/mad)











































