Niat maju menjadi orang nomor satu di Riau itu, disampaikan Ketua DPD Golkar Riau, Annas Maamun dalam jumpa pers di rumah makan, Pondok Patin, Pekanbaru, Minggu (11/11/2012). Menurut Annas, secara pribadi dia siap maju menjadi kandidat Pilgub Riau pertengahan tahun depan.
"Memang sampai saat ini, DPD Golkar Riau sendiri belum ada keputusan siapa balon yang akan dijagokan itu. Tapi saya pribadi menyatakan diri, bila direstui siap untuk menjadi calon gubernur," kata Annas yang juga Bupati Rokan Hilir (Rohil) itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekalipun saya siap maju, namun tetap mengikuti aturan internal partai yakni lewat survai. Kalau hasil survei ternyata saya kalah tenar ditengah masyarakat, ya untuk apa juga saya memaksakan diri," kata Annas.
Karena itu, lanjutnya, sambil menunggu batas waktu yang telah ditentukan, pihaknya akan turun ke masyarakat. Ini sekaligus melakukan survei untuk melihat secara dekat apakah masyarakat menerima Annas.
"Kalau hasilnya survei saya bukan pilihan rakyat, dan masih kalah dengan jago lainnya, rasanya memaksakan diri juga percuma. Untuk apa mendukung saya, kalau toh akhirnya kalah," kata Annas.
Masih menurut Annas, sekalipun dirinya siap maju, namun hingga kini belum ada figus yang akan dipinang untuk posisi wakil gubernur.
"Siapa wakil saya, ya memang belum ada. Semua itu kita tunggu hasil percaturan politik menjelang pelaksanaan nanti. Wakil bisa saja dari figur non politik, bisa pejabat, bisa akademisi," kata Annas.
Saat ini kandidat yang bermunculan untuk menjadi gubernur, di antaranya, Ketua DPD Demokrat Riau, Mambang Mit yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau. Lantas ada Lukman Eddy mantan Menteri PDT yang kini menjadi anggota DPR RI fraksi PKB persi Muhaimin.
Ada lagi Idris Laena, anggota DPR RI asal Riau, dari Fraksi Golkar. Idris Laena kini tersandung isu pemerasan terhadap BUMN. Selain itu ada, Herman Abbdulah, mantan Walikota Pekanbaru.
(cha/mad)











































