Pada gelombang pertama lalu, Kantor Misi Haji Indonesia yang berada di daerah Mashane banyak menemukan dan mengantar jamaah yang tersesat atau tidak tahu jalan pulang. Hingga hari ke tujuh kedatangan jamaah haji di Madinah, petugas sektor yang berada di sekitar masjid tidak banyak menerima atau menemukan jamaah yang tersesat. Demikian pula kantor misi haji Indonesia pada beberapa hari terakhir ini hanya mengantarkan 2 orang jamaah yang tersesat.
"Jumlah jamaah yang tersesat untuk gelombang kedua masih dalam hitungan jari. Data yang ada pengamanan dan kasus baru hanya 7 orang," kata Kepala Seksi Pengamanan kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, Payumi Abdul Aziz, Minggu (11/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pun ada, hanya di sekitar sektor khusus yang berada paling dekat dengan pintu masuk masjid," katanya.
Menurut dia menurunnya angka itu karena jamaah sudah lebih berpengalaman saat berada di Mekkah. Jarak Masjidil Haram dengan pemondokan sekitar 2-3 kilometer dan medan jalan yang naik turun atau berbukit membuat jamaah lebih berpengalaman.
"Jumlah jamaah lebih banyak di bandingkan Madinah hingga 3 jutaan jamaah dan waktu tinggal lebih lama di Mekkah menjadikan mereka lebih pengalaman," katanya.
Selain itu jarak ke masjid Nabawi dengan pemondokan yang berada di kawasan Markaziyah lebih dekat, kurang dari 650 meter. Kalaupun ada yang tersesat di masjid yang paling sering terjadi akibat jamaah tidak menghapal jalan masuk atau nomer pintu masjid sehingga saat pulang melalui pintu lain.
"Untuk kasus kriminal belum ada. Hanya laporan barang tertinggal berupa tas dan sudah dikembalikan kepada pemiliknya," pungkas Payumi.
(bgk/mad)











































