"Dua calon incumbent itu merupakan calon yang paling kuat. Tapi kalau bisa memanfaatkan Rieke - Teten bisa menjadi kuda hitam," ucap pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, kepada detikcom, Minggu (11/11/2012).
Menurut Yunarto, Ahmad Heryawan dengan cerdik bisa menggaet Deddy Mizwar, seorang tokoh yang dikenal oleh masyarakat, sehingga masyarakat dengan mudah akan mengenal pasangan calon tersebut. Sementara untuk Dede Yusuf, Lex dianggap merupakan representasi birokrat sejati, yang tentu sangat mengerti pola kehidupan masyarakat Jabar. Namun dia menyangsikan pasangan cagub-cawagub yang diusung oleh Golkar, Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, 'Jokowi Effect' kemungkinan akan sulit terjadi. Peta pertarungan di Jabar sangat kecil kemungkinan memunculkan fenomena seperti Jokowi. Meskipun, Rieke dan Teten memang disebutnya berpeluang menjadi calon alternatif.
"Jokowi effect sepertinya susah. Seperti yang saya sebutkan, Rieke-Teten bisa menjadi kuda hitam apabila mereka bisa sosialisasi dan mesin partai bisa bergerak mendukung," imbuhnya.
Pilkada Jabar rencananya akan dilaksanakan pada 2013 mendatang. Sejauh ini sudah 4 pasangan cagub-cawagub yang mendaftar untuk mengikuti proses pemilu. Pasangan calon tersebut adalah Dede Yusuf-Lex Lesmana, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, Ahmad Herywan-Deddy Mizwar dan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim.
(riz/ega)










































