Beberapa artis yang akan berlaga di Pilgub Jabar antara lain Rieke Dyah Pitaloka (cagub usungan PDIP), Deddy Mizwar (cawagub PKS pasangan Ahmad Heryawan), dan Dede Yusuf yang maju sebagai cagub usungan PD.
"Ya kita mengucapkan alhamdulillah banyak teman-teman yang berkiprah di politik, jadi pada dasarnya karena background saya adalah artis, namun lima tahun ini. Ya (adanya artis) memperkaya proses demokrasi," kata Dede yang mengenakan kemeja putih dan syal biru sembari tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apa modal khusus Dede untuk menghadapi orang-orang yang tak kalah tenar darinya itu? Dede pun mengaku selama menjabat sebagai wagub Jabar sudah banyak turun ke lapangan.
"Konsepnya kenapa kita memakai kata babarengan. Karena babarengan ini memiliki satu nilai gotong royong, kebersamaan, sauyunan, jadi Jabar ini memang harus kita
bersama-sama membangunnya," ungkap Dede.
Dede juga merasa terbantu dengan Cawagub pendampingnya. Lex Laksamana yang pernah menjabat menjadi Sekda Jabar dinilainya bisa menjadi nilai plus di Pilgub Jabar awal tahun depan.
"Karena beliau punya pengalaman di beberapa ormas, pergerakan-pergerakan. Saya
juga di beberapa ormas dan pergerakan di mana kita sudah terbiasa bekerja di lapangan," paparnya.
Jika terpilih kelak, Dede juga akan memposisikan Lex dalam posisi terhormat. Bukan sebagai ban serep. "Kalau navigator itu posisinya ada di samping. Jadi artinya kalau posisi di samping, setiap saat bisa menegur, bisa mengarahkan. Kalau (ban serep) itu kan adanya di belakang," tegasnya.
"Kita membuat sebuah pembagian tugas kerena konsepnya seperti naik angkot, itu adalah sopir dengan kernetnya. Sopir mengemudikan, kernet itu yang mengatakan kapan berhenti, tarik penumpang, kapan percepat gas, kapan belok. Jadi saling memberikan arahan, beliau adalah navigator," tandasnya.
(van/ndr)











































