Golkar: 80 Persen Masyarakat Jabar Tak Ingin Dipimpin Artis

Pilkada Jabar

Golkar: 80 Persen Masyarakat Jabar Tak Ingin Dipimpin Artis

Oris Riswan Budiana - detikNews
Sabtu, 10 Nov 2012 13:25 WIB
Golkar: 80 Persen Masyarakat Jabar Tak Ingin Dipimpin Artis
Bandung, - Partai Golkar memutuskan mengusung Irianto MS Syafiuddin (Yance) dengan Tatang Farhanul Hakim yang tidak berlatarbelakang artis di Pilgub Jabar. Alasan Golkar, karena masyarakat Jabar tak ingin dipimpin artis. Anda sepakat?

"Berdasarkan kajian akademik, 80 persen masyarakat Jabar tidak ingin
pemimpin dengan latar belakang artis. Pak Yance dan Pak Tatang ini kombinasi sempurna untuk memimpin Jabar," kata Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Pulihono saat dihubungi via ponsel, Sabtu (10/11/2012).

Memang tiga pasangan cagub lain adalah kombinasi artis dengan sipil. Yakni Dede Yusuf-Lex Laksamana yang diusung PD, Reieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki yang diusung PDIP, dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang diusung PKS dan koalisinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan Yance-Tatang pun diputuskan oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie pada Jumat (9/11) sore kemarin. Untuk maju pada Pilgub Jabar, mereka mengusung nama Intan. "Itu singkatan dari Irianto-Tatang," ungkapnya.

Secara geopolitik, Yance mewakili masyarakat Jabar bagian utara. Sementara Tatang mewakili masyaraat Jabar bagian selatan. "Dua-duanya juga memiliki kemampuan manajerial kepemimpinan yang sudah terbukti," lanjutnya.

Dengan memilih Tatang, Golkar juga ingin keluar dari mainstream. "Kita ingin mengubah mainstream bahwa untuk pilgub harus berdampingan dengan artis. Kita mengusung murni politikus murni. Dan kita yakin meraih kemenangan," pungkasnya.

Yance adalah mantan bupati Indramayu selama dua periode. Sedangkan Tatang adalah mantan bupati Tasikmalaya selama dua periode. Keduanya akan mendaftar ke KPU Jabar
sekitar pukul 22.00 WIB nanti. Sebelum ke KPU, Yance dan pasangannya akan
diperkenalkan ke kader Golkar di Kantor DPD Partai Golkar Jabar.




(orb/van)


Berita Terkait