"Mudah-mudahan presiden yang akan datang mendukung terus. Setelah pensiun saya ingin tetap menjadi salah satu bagian dari BDF ini hingga membawa manfaat bagi dunia. Semoga pengganti saya bisa mendukung BDF ini," harap SBY dalam jumpa pers di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Jumat (9/11/2012). SBY menjawab pertanyaan wartawan soal kelanjutan BDF pasca dirinya tidak menjadi presiden lagi nantinya.
SBY mengatakan semua negara peserta BDF yang hadir mengakui mendapat manfaat dari acara tersebut bagi negaranya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelenggaran BDF ini sendiri sudah berjalan untuk kelima kalinya. Presiden akan mengevaluasi setiap acara agar kedepan diselenggarakan lebih baik lagi.
"Kita sudah pikirkan 5 tahun mendatang. Kita olah bagaimana settingnya lebih bagus, pemilihan topic serta prosesnya," ungkapnya.
11 Kepala Negara/Pemerintahan dan 42 Menteri dari 45 pejabat hadir dalam acara yang digelar 8-9 November ini. Kepala negara/pemerintahan yang hadir dalam BDF V ini antara lain: Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, PM Australia Julia Gillard, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, Presiden Afghanistan Hamid Karzai, PM Timor Leste Xanana Gusmao, PM Thailand Yingluck Shinawatra, Presiden Papua Nugini Peter O'neil, Presiden Korsel Lee Myung Bak, Deputi PM Singapura dan Deputi PM Nepal.
Bali Democracy Forum (BDF) pertama kali diselenggarakan pada 2008 atas prakarsa Indonesia sebagai upaya membangun demokrasi di kawasan Asia Pasifik. BDF sendiri bertujuan mendorong kerjasama regional dan internasional dalam menegakkan perdamaian dan demokrasi melalui penyelenggaraan dialog dan berbagi pengalaman antar negara-negara peserta.
(ega/)










































