"Ya siapa pun yang memberikan usulan memberikan input, masukan, kritikan dipersilakan. Siapa pun akan kita terima dengan senang hati," ujar Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2012) petang.
Kedatangan jajaran pimpinan Nasdem Jakarta diterima Ahok. Rombongan itu dipimpin Ketua DPW Partai Nasdem, Armyn Gultom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, mendorong aktivasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) secara cepat dan tepat sasaran. Ketiga, mendukung program penataan kampung sebagaimana konsep pembangunan kampung deret.
Selanjutnya, Partai Nasdem mendukung dan mendorong percepatan realisasi pembangunan pasar tradisional dan kawasan pedagang kaki lima (PKL) yang representatif dan bermartabat.
Poin kelima, partai Nasdem juga mendukung gubernur dan wagub DKI untuk selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam menetapkan strukturnya.
Keenam, Jokowi dan Ahok diminta untuk melakukan perubahan paradigma dari arah partisipan ke arah pemimpin rakyat dalam perspektif manajer perkotaan.
Terakhir, DPW Partai Nasdem meminta Jokowi dan Ahok untuk memaksimalkan sumber-sumber pendapatan asli daerah, terutama pajak dan retribusi daerah.
Dalam pertemuan itu, Ahok pun juga memberi saran kepada Nasdem agar lebih dekat kepada rakyat.
"Beliau menyarankan pada Partai Nasdem ini, kalau mau besar dan menang harus dekat dengan rakyat," ujar Ketua DPW Partai Nasdem, Armyn Gultom usai menemui Ahok hari ini.
Ahok juga memberikan tips bagi anggota Nasdem yang ingin duduk sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.
"Kalau Bapak-bapak berminat menjadi anggota DPRD DKI, maka mulai sekarang Bapak-bapak mulai menjadi pemerhati kebutuhan rakyat, pemerhati pelayanan publik, dan melalui akses kami mengawasi penyimpangan-penyimpangan yang ada.
Tentu maka dianggap Bapak-bapak sangat berjasa," papar Ahok yang memakai kemeja batik warna coklat ini.
(nwy/nrl)











































