"Saya melihat dia mabuk. Dari bau dan gayanya," kata Mef Paripurna dalam jumpa pers di kediamannya, Kompleks Bukit Cimanggu City, Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/11/2012). Mef didampingi didampingi Ibunda, Tini dan kuasa hukumnya, Putri Deyesi.
Menurut Mef, Diego mabuk biasa. "Kayaknya mabuk biasa, kalau mabuk berat kan sudah pingsan," ujar mahasiswa ini sambil sesekali memegangi bahunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mef menceritakan dirinya dipukuli dengan tangan kosong oleh 2 atau 3 orang, termasuk Diego.
"Dua orang ada yang megangin saya. Satu mukulin saya. Lalu, saya ingat Diego nendang muka saya, dia kan pemain bola jadi kakinya kuat," kata Mef yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans ini.
Ia bahkan tidak mengetahui sebab musabab pengeroyokan itu. "Saya nggak tahu apa-apa. Saya hanya keluar dari cafe dan tiba-tiba dipukulin. Saya nggak tahu, kenal juga nggak," kata dia.
Kuasa hukum Mef, Putri Deyesi, menyayangkan insiden ini. "Timnas itu seharusnya disiplin. Dulu waktu zamannya Alfred Riedl, makannya diatur, apa-apanya diatur. Ini kok pemainnya dibiarin minum-minum di klub. Pokoknya, saya mempertanyakan pernyataan manajer PSSI ini keributan kecil dan hal biasa," kata Putri sambil menunjuk wajah Mef yang babak belur.
"Kalau dinyatakan kecil, bagaimana kalau kita lakukan manajernya seperti ini atau Diegonya juga," lanjut Putri yang lagi-lagi menunjuk wajah Mef.
Sebelumnya konfirmasi dari Diego Michiels yang disanggongi wartawan saat latihan Timnas di GBK Senayan, Kamis sore tidak diperoleh. Diego tak mau bicara. Keterangan hanya datang dari pelatih Timnas Nil Maizar dan Manajer Timnas Habil Marati. Keduanya mengakui Diego semalam memang keluar dari mess, tetapi tidak diketahui tujuannya.
"Dia memang mengakui kalau keluar malam," kata Nil kemarin. Atas pelanggaran keluar malam itu, Diego mendapat sanksi tidak mendapat uang saku Rp 500 ribu/hari selama seminggu.
(aan/ndr)











































