"Ada rekam medis, ini bukan luka kecil, dijahit di mata 6 jahitan. Kalau tidak mengarah ke hasil yang baik, ada kemungkinan bedah plastik. Ini disebut cacat sementara," ujar pengacara Mef, Putri Deysi Rizki dalam jumpa pers di rumah kliennya di Kompleks Cimanggu City, Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/11/2012).
Mef mengungkapkan sejumlah luka yang dialaminya akibat penganiayaan tersebut. Pandangannya blur akibat pukulan dan tendangan yang dilakukan Diego.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat jumpa pers, Mef terlihat mengenakan kaos hitam berkerah. Wajahnya tampak penuh dengan luka bekas pemukulan. Luka memar cukup parah terlihat sangat jelas di mata kirinya. Sementara pelipis kanannya dibalut perban. Paripurna tidak bisa berbicara banyak karena luka-luka di wajahnya.
Mef mengaku dirinya ditendang dan dipukul dengan tangan kosong oleh Diego dan beberapa orang temannya begitu keluar dari bar Domain di Senayan City, Kamis dini hari. Akibat pemukulan itu, rekan-rekan Mef melarikannya ke Rumah Sakit Permata Hijau untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan.
"Dipukul dan ditendang pakai tangan kosong. Saya ditendang, namanya juga dia pemain bola, kakinya kuat," tuturnya.
"Saya yakin itu Diego, mukanya saya hafal betul itu Diego. Satu orang lagi saya tidak ingat namanya, tapi ingat mukanya. Kepala balakang saya juga banyak benjolan," tutur Mef.
Peristiwa dugaan pemukulan yang dilakukan Diego ini, menurut Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Widarto, terjadi Kamis (8/11) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Diego dan rekan-rekannya tengah minum di bar Domain di Senayan City.
Saat itu, terjadilah senggolan antara Diego dengan rekan Mef Paripurna. Keributan pun pecah. Paripurna yang mencoba melerai malah kena bogem mentah Diego.
(rmd/nrl)











































