"Tadi membahas tentang laporan anggaran 2013. Saya bilang, kegiatannya terlalu biasa. Programnya terlalu banyak dan tidak fokus. Saya nggak mau. Itu harus dirombak lagi," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan dia usai pertemuan yang membahas pemangkasan program dan anggaran di Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan dan Dinas Pemadam Kebakaran di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Dinas Perikanan. Ya bikinlah pasar ikan yang bagus tetapi tetap bermanfaat untuk rakyat. Pengelolaan limbahnya harus ada," kata Jokowi yang mengenakan kemeja batik warna coklat ini.
Jokowi juga ingin Dinas Pendidikan memiliki 4 fokus. Pertama, akses masyarakat yang tidak mampu. Kedua, tetap berkualitas. Ketiga, ada sarana dan prasarana.
"Selama ini kan nggak butuh bangku dikirim bangku, nggak butuh meja dikirim meja. Jadinya menumpuk saja," ujar dia.
Terakhir, kata Jokowi, soal tawuran. "Tawuran ini harus segera diselesaikan. Isu-isunya kok monoton saja. Isu-isu penting malah nggak ada. Program-program juga sampai puluhan, lima puluh, sampai ke mana-mana, nggak fokus. Pokoknya, harus dirombak dulu baru diserahkan lagi," papar Jokowi.
Sementara Dinas Damkar, lanjut Jokowi, difokuskan untuk lokasi kumuh dan padat penduduk.
Anggaran dipotong? "Ya iya, kalau banyak program yang dipotong otomatis anggarannya juga. Saya yang baca saja sumir, absurd," jawab Jokowi.
Dalam kesempatan terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menambahkan pertemuan membahas anggaran 2013.
"Kita ingin pemotongan dan pemangkasan. Jadi yang tidak penting ya kita buang, kita mesti fokuskan," kata Ahok.
Ahok mengatakan tingginya anggaran pendidikan akan dikaji lagi.
"Itu akan kita periksa dulu. Itu baru program. Tugas Pak Gubernur bicara program dan kebijakan. Nanti, anggarannya saya dengan Bapeda," ujar Ahok.
(aan/nrl)











































