Parah! 5 Bocah Tikam Pemuda Pengangguran Gara-gara Sakit Hati

Parah! 5 Bocah Tikam Pemuda Pengangguran Gara-gara Sakit Hati

Asrar Yusuf - detikNews
Jumat, 09 Nov 2012 16:45 WIB
Parah! 5 Bocah Tikam Pemuda Pengangguran Gara-gara Sakit Hati
Ilustrasi/detikcom
Manado - Aparat Polresta Manado menciduk 5 bocah karena melakukan penusukan terhadap Julianto Manalu (26), di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kecamatan Wenang, Manado. Juga diamankan sebilah pisau badik, besi dan anak panah wayer.

Ke-5 bocah tersebut adalah RH (13) warga Tikala Baru Kecamatan Tikala, RP (14) dan RB (13) warga Jalan Siswa Sario Kecamatan Sario serta kakak beradik DR (13) dan YEAR (12) warga Bailang Kecamatan Bunaken Manado. Mereka melakukannya karena sakit hati.

Berdasarkan pengakuan kelima bocah putus sekolah ini, kejadian berawal dari gedung Shopping Centre, ketika YR yang sedang duduk di tangga, didatangi korban sambil membelalakkan matanya pada Jumat (9/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sakit hati saja pak, adik saya diancam sampai ketakutan. Lalu saya panggil teman-teman dan mengejarnya," ujar DR kepada detikcom, Jumat (9/11/2012).

Tepat di samping WC Umum TKB, korban terkejar dan langsung dikelilingi mereka. RP kemudian mengambil inisiatif menyerang dari belakang korban dengan menusukkan sebilah besi, namun tak sampai melukai.

"Saat itu korbannya kaget dan lari. Saya kejar dan tikam, kena punggungnya. Tapi dia tetap lari," sambung RB.

"Saya dan adik saya ikut mengejarnya, tapi dia cepat menghilang," tambah DR.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Nanang Nugraha mengatakan, kelima bocah tersebut masih dalam pemeriksaan intensif. "Kami masih mempertimbangkan penahanan mereka, kalau pun ditahan, akan diserahkan ke Lapas anak di Tomohon," ujar Nanang.

Polsi masih berupaya untuk menghubungi orangtua kelima bocah tersebut untuk dipertemukan dengan korban. "Akan kami coba mediasikan. Siapa tahu ini bisa menjadi jalan keluar yang terbaik," tandas Nanang.

Sementara itu, Gomus Siahaan mewakili korban, juga menyambut baik upaya mediasi yang akan dilakukan Polresta Manado. "Saya sudah telepon orangtuanya di Medan. Katanya mereka juga tak ingin kasusnya berlarut-larut. Kalau bisa dimediasi, mereka terima saja," imbuhnya.

Lanjutnya, keluarga korban hanya menginginkan biaya perawatan rumah sakit bisa ditanggung oleh keluarga para bocah, mengingat, korban hanya sendirian saja di Manado tanpa pekerjaan.

"Dulunya dia sempat menjadi sales, tapi sudah berhenti, makanya dia sering ikut saya untuk cari pekerjaan lagi," pungkas Siahaan.

Informasi yang diperoleh detikcom, RH dan RP pernah ditangkap polisi karena membawa senjata tajam jenis pisau badik. Tapi keduanya dibebaskan dengan pertimbangan masih di bawah umur dan masih bisa dibina.

(trw/trw)


Berita Terkait