Meski Dirampok, Korban Tidak Kapok Naik Taksi

Meski Dirampok, Korban Tidak Kapok Naik Taksi

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 09 Nov 2012 16:27 WIB
Jakarta - Kendati diancam akan dibunuh dan ditodong senjata tajam, Michele Widyawati, korban perampokan mengaku tidak kapok setelah mengalami aksi perampokan di dalam taksi, Sabtu (27/11) lalu. Peristiwa itu tidak membuatnya takut untuk kembali menggunakan taksi.

"Nggak, saya nggak trauma. Malah besokannya, saya naik taksi lagi," kata Michelle kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Peristiwa perampokan terhadap Michelle ini terjadi pada Sabtu (27/11) pukul 22.00 WIB. Saat itu, dia dan ibunya menyetop taksi Primajasa di depan Mal Pondok Indah. Karena buru-buru, Michelle langsung nyetop taksi tersebut tanpa menelitinya lebih dulu. Ia juga tidak menaruh curiga lantaran taksinya itu dianggap aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas ngeliat, oh Primajasa, dikenal bagus, banyak armadanya ada bus, travelnya juga," ujar dia.

Setelah naik ke dalam taksi, sang sopir taksi yang belakangan diketahui merupakan salah satu pelaku, menanyakan arah jalan yang hendak dituju. Taksi kemudian melaju ke Jalan H Muhi, lalu masuk lewat Jl RC Veteran.

"Lalu tiba-tiba taksinya berhenti. Saya tanya 'kenapa berhenti pak', dia bilang 'kaki saya gatal'," terangnya.

Namun, hal itu rupanya hanya akal-akalan pelaku saja. Beberapa saat kemudian, dua pria masuk ke dalam taksi dan mengepit Michelle dan ibunya. Kedua pelaku kemudian mengancam akan membunuh korban jika tidak menyerahkan barang-barangnya.

"Salah satu pelaku yang ini memukul ibu saya," ujar Michelle sambil menunjuk ke Son, salah satu tersangka.

Meski diancam, Michelle mengaku tidak takut menghadapi para pelaku saat mempreteli barang-barang berharganya. Michelle juga masih ingat betul wajah para pelaku.

"Mereka itu sudah bisa bedakan mana kartu kredit dan mana kartu ATM. Saya dalam situasi itu yang ada malah benci," ujar wanita berambut kemerahan ini.

Setelah berhasil mengambil uang tunai dari ATM dan juga sejumlah perhiasan dan barang berharga lainnya, Michelle dan ibunya diturunkan di tempat yang sepi di kawasan Pesanggrahan. Setelah itu, dia melapor ke Polsek Pesanggrahan.

"Saya berterimakasih kepada jajaran Polda Metro Jaya dan Polsek Pesanggrahan yang sudah menangkap para pelaku," tutup Michelle.

Diwawancara di tempat terpisah, Wawan, seorang sopir resmi salah satu taksi berwarna putih mengapresiasi kinerja polisi yang sudah menangkap pelaku kejahatan di dalam taksi.

"Kejahatan di dalam taksi itu sudah merugikan kami selaku sopir taksi resmi, masyarakat jadinya punya pikiran negatif kepada kami. Kami bersyukur karena polisi sudah menangkap pelakunya dan kalau bisa diberikan hukuman yang berat," ujar Wawan.

Diketahui, aparat Resmob Polda Metro Jaya telah membekuk 3 pelaku perampokan di dalam taksi Primajasa dan Indah Family. Ketiga pelaku adalah sopir tembak yang menyewa taksi resmi maupun taksi hitam untuk dijadikan alat kejahatan.

(mei/mok)


Berita Terkait