Harapan Cynthia Sehari Jelang Peluncuran Kartu Pintar

Harapan Cynthia Sehari Jelang Peluncuran Kartu Pintar

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 09 Nov 2012 14:47 WIB
Harapan Cynthia Sehari Jelang Peluncuran Kartu Pintar
SMA 100 (Edward/ detikcom)
Jakarta - Satu hari menjelang pemberian Kartu Jakarta Pintar yang jatuh berbagai harapan pun dilontarkan. Pasalnya ada ribuan pelajar yang berharap mendapatkan bantuan pemprov DKI program kartu Jakarta Pintar.

Salah satu diantaranya Cyntia Aprilia (16) siswi kelas XI yang bersekolah di SMAN 100 di Cipinang Besar, Jakarta Timur mengharapkan dapat bantuan biaya pendidikan dari program Pemrpov DKI Jakarta.

"Pingin banget, soalnya dengan bantuan Program Jakarta Pintar dapat meringankan beban orang tua," ujarnya saat ditemui detikcom di SMAN 100, Cipinang Besar, Jakarta Timur, Jumat (9/11/2012).

Anak pertama dari lima bersaudara ini mengatakan dengan ada biaya bantuan tersebut, dirinya dapat memanfaatkan untuk membeli keperluan peralatan tulis untuk sekolah.

"Ya, kalau dapat biaya tersebut bisa buat beli keperluan sekolah, seperti buku, seragam sekolah dan sepatu," ujar siswi yang aktif dalam kegiatan pramuka di sekolahnya.

Siswi yang biasa dipanggil Indri oleh teman-temannya menjelaskan setiap harinya ia hanya membawa uang jajan Rp 15.000 untuk keperluan transportasi dan jajan. Ia mengatakan ayahnya berprofesi sebagai supir pribadi dari salah seorang temannya disekolah merupakan tulang punggung keluarga.

"Ibu tidak bekerja, sehari-hari biaya ditanggung oleh ayah," ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menceritakan keluarganya pernah mengalami kesulitan keuangan ketika kelas 1. Ia mengatakan waktu pertama kali masuk SMAN 100, orang tuanya harus membayar Rp 4 juta untuk uang gedung, dan Rp 255 ribu untuk SPP setiap bulannya.

"Belum lagi uang untuk membeli buku pelajaran, kegiatan non formal, dan ongkos sehari-hari. Kalau sekarang memang sudah gratis semua. Tapi untuk transportasi, kegiatan ekstra kulikuler, dan kebutuhan lainnya masih harus bayar lagi," ujarnya.

Cyntia mengatakan sejauh ini dirinya masih belum mendapatkan sosialisasi
Kartu Jakarta Pintar. Menurutnya dengan mendapatkan kartu tersebut, sangat mensyukurin

"Sampai saat ini masih belum dapatkan informasi ada kartu pintar, padahal saya sangat mengharapkan bantuan tersebut," ujarnya.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 100, Marsuhedi mengharapkan dengan program ini, para siswa dapat lebih giat dan semangat dalam menjalani pendidikannya. Meski demikian, perlu adanya pengawasan terhadap penggunaan Kartu Jakarta Pintar. Dia khawatir dalam pelaksanaannya terjadi bias.

"Takutnya, biaya personal siswa yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pendidikan justru digunakan untuk sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan, seperti beli pulsa, atau main facebook," ujarnya.

Marsuhedi menuturkan dalam pelaksanaan perlu ada instrumen yang digunakan dalam mengawasi pemanfaatan biaya personal ini.

"Ada instrumen yg digunakan utk mendeteksi. Uang itu digunakan utk apa saja, karena memang perlu diawasi. Kalau memang digunakan untuk sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan tentu program ini bermanfaat," kata pria yang akrab disapa Edi.

Hal yang sama di diutarakan oleh, Lili Nur Indayati (16), siswi kelas XI SMAN 54 Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dikesempatan yang berbeda. Dirinya yang sehari-hari membantu sang ibu berjualan sangat berharap program Kartu Jakarta Pintar.

β€œTentu, saya sangat berharap. Karena dengan begitu orangtua saya tidak perlu repot nyari duit buat bayarin saya sekolah, Saya juga bisa lebih semangat lagi untuk menyelesaikan sekolah,” tandasny.

(edo/gah)


Berita Terkait