"Narkoba itu jauh lebih berbahaya dari terorisme. Narkoba itu berantai, orang yang kena narkoba itu tidak tahu masa depannya," kata Mahfud.
Hal ini disampaikan dalam sela-sela diskusi 'Hukum Keadilan dan Tertib Sosial' di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mafia itu nggak kelihatan, kalau kelihatan gampang ditangkap. Mafia itu orang yang bekerja untuk membuat perlindungan-perlindungan secara diam-diam melalui hubungan pertemanan atau penyuapan," ujar Mahfud.
"Mafia itu banyak yang bergerilya ke penjara, kepala penjara dibayar kemudian bergerilya ke kejaksaan, bergerilya ke polisi. Itu banyak dan jaringannya kuat," sambung mantan politikus PKB ini.
Menurut Mahfud, grasi Ola merupakan kecerobohan seorang presiden. Oleh karena itu, harus ada jalan keluar untuk menghukum Ola tanpa menganulir grasi tersebut.
"Ada jalan kalau kita mau bersikap tegas, Si Ola kan melakukan tindak pidana ulangan yaitu mengendalikan peredaran sabu-sabu. Ini bisa menjadi kasus baru yang terpisah dan dia diadili lagi. Jaksa bisa menuntut hukuman mati, itu akan lebih mudah daripada mencabut grasi," saran Mahfud.
"Jangan-jangan mafia narkoba masuk sehingga presiden yang dalam banyak hal selalu cermat sekarang terasa kecolongan," tuntas Mahfud MD.
(asp/nrl)










































