Perampokan di Dalam Taksi Didalangi Sopir Tembak

Perampokan di Dalam Taksi Didalangi Sopir Tembak

- detikNews
Jumat, 09 Nov 2012 13:17 WIB
Perampokan di Dalam Taksi Didalangi Sopir Tembak
Jakarta - Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya meringkus komplotan perampok di dalam taksi yang selama ini meresahkan warga. Aksi perampokan ini dilakukan oleh 7 pelaku yang rata-rata bekerja sebagai sopir tembak angkutan umum.

"Pelakunya ada tujuh orang, tetapi baru kita tangkap 3 orang, mereka sopir tembak. Empat orang lainnya DPO, masih kita kejar," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/11/2012).

Tiga tersangka yang telah ditangkap yakni Robi Chaniago alias Hendri Mayasko alias Eko, Harporson alias Son bin Husmin dan Iwan. Mereka ditangkap di kawasan Bekasi, Selasa (6/11) lalu. Sementara empat pelaku yang masih diburu yakni AP, Darius, Kamba dan Edi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," kata Herry.

Sebelum beraksi, para pelaku lebih dulu menyiapkan taksi yang didapat dengan cara menyewa ke sopir perusahaan taksi. Adapun, pencari taksi yakni AP dan Darius. Setelah mendapatkan taksi, para pelaku lalu memasangi kaca film taksi tersebut dengan kaca film yang tebal.

"Sehingga ketika melakukan aksinya di dalam taksi itu tidak kelihatan dari luar," kata Herry.

Tidak hanya itu, tersangka juga menyiapkan mobil Toyota Avanza. "Mobil Avanza ini digunakan untuk mengikuti taksi," katanya.

Adapun, untuk menyewa taksi ini dilakukan oleh tersangka Darius dan AP. Kedua tersangka ini mendatangi koordinator pangkalan taksi di Cibitung bernama Edi. Edi termasuk salah satu pelaku yang masih diburu polisi.

"Harga sewanya tergantung hasilnya. Kalau dapat banyak, nanti dibagi-bagi berapa hasilnya dan berapa buat sewa. Rp 500 ribu lebih bisa," katanya.

Setelah mendapatkan taksi, tersangka Kamba berpura-pura sebagai sopir taksi dan mencari penumpang yang akan dijadikan korbannya. Adapun, sasaran pelaku adalah penumpang perempuan.

"Kemudian tersangka lain naik ke mobil Avanza dan mengikuti taksi tersebut," katanya.

Setelah beberapa meter, pelaku yang berperan sebagai sopir taksi tadi akan menghentikan kendaraannya. "Berpura-pura kalau kakinya gatal," katanya.

Di saat itulah, pelaku lainnya akan turun dari dalam mobil Avanza dan masuk ke taksi. Dua pelaku naik lewat pintu belakang taksi dan seorang lainnya naik lewat pintu depan taksi. Kemudian taksi melanjutkan perjalannya.

Di dalam perjalanan, dua pelaku yang ada di jok penumpang melakukan aksinya, mengambil barang korban dengan cara mengintimidasi korban dan mengancam dengan senjata tajam.

"Kalau ada ATM, korban dipaksa memberikan nomor PIN ATM-nya, lalu korban dibawa berputar-putar. Setelah selesai, pelaku kemudian menurunkan korban di tempat yang sepi," kata Herry.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini marak terjadi perampokan di dalam taksi. Terakhir, korban bernama Michele dirampok di Jalan Veteran, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada 27 Oktober 2012 lalu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya saat ini masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga masih mencari LP (laporan polisi) korban-korban lainnya.

"Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 2 unit taksi Indah Family dan 1 unit Taksi Primajasa, 1 unit Toyota Avanza B 2318 IM dan uang tunai Rp 1,1 juta," kata Rikwanto.

(mei/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads