"Itu (dia) mahasiswa, asalnya Cisarua, Bogor," ujar salah seorang petugas reskrim Polsek Senen di kantornya, Jalan Stasiun Senen No 1, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2012).
Petugas yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan berdasar informasi, Eri baru selesai mengikuti pengajian. Bahkan Eri sempat dikunjungi guru ngajinya sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi. Namun dia tidak dapat berkomunikasi dengan 'sang murid' karena Eri masih tertidur.
"Orangtuanya kan di Cisarua, jauh. Orangtuanya mewakilkan ke guru ngajinya. Dia sudah 3 tahun mengaji sama orang itu. Datangnya cuma sebentar. Cuma memastikan, iya dia anak didik saya," tuturnya.
Petugas itu mengatakan Eri belum diperiksa intensif karena masih tertidur. Pemeriksaan akan dilakukan jika Eri sudah bangun. Namun petugas itu tidak dapat menyebutkan penyebab Eri tertidur.
"Kalau dicurigai pakai obat atau mabuk, nanti diperiksa tes urine," jelasnya.
Keterangan petugas itu berbeda dengan penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto yang menyebut bahwa Eri tertidur karena mabuk.
Peristiwa yang melibatkan Eri terjadi pukul 07.00 WIB pagi tadi. Saat itu Eri sedang melintas di Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Tanpa alasan yang jelas Toyota Rush yang dikendarai Eri ini berhenti secara mendadak. Alhasil, warga sekitar menghampiri mobil yang berhenti di tengah jalan itu. Warga pun mengetuk-ngetuk kaca mobil Eri. Tetapi sang sopir itu tidak bereaksi. Khawatir ada apa-apa, warga memecahkan kaca mobil itu dengan bebatuan.
Setelah kaca mobil itu dipecahkan warga bermaksud mengangkat tubuh Eri. Warga menganggap Eri telah tewas. Dibantu petugas Polsek Senen, warga lantas mengevakuasi Eri. Tak dinyana, saat warga membopong Eri, Eri tiba-tiba bangun sehingga membuat warga kaget.
(rmd/nwk)











































