Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, mengatakan puluhan preman tersebut diamankan di Terminal Kampung Rambutan dan Depok siang tadi.
"Kita mendapat laporan masyarakat bahwa keberadaan mereka sudah meresahkan. Mereka yang diamankan di-timer angkot maupun bis dalam kondisi mabuk dan meminta uang kepada sopir sesuai jumlah penumpang yang naik angkot dan bus," kata Herry, Kamis (8/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari laporan masyarakat, preman-preman tersebut kerap membuat keresahan bagi masyarakat yang datang ke terminal maupun yang warga sekitar. Preman-preman tersebut kerap memaksa meminta uang parkir di luar kewajaran.
"Saat ini mereka sedang didata," kata Herry.
Upaya pemberantasan premanisme yang dilakukan aparat Resmob ini dilakukan sejak malam. Rabu malam tadi, petugas mengamankan 8 preman di sekitar terowongan SCBD.
"Kita juga dapat laporan warga, mereka kalau minta uang parkir itu maksa, biayanya sampai Rp 50 ribu," katanya.
Namun, 4 preman tersebut hanya didata saja karena tidak kedapatan tengah memalak saat itu. Tetapi polisi berhasil mengamankan 4 preman lainnya di lokasi yang sama.
"Mereka kedapatan sedang judi gaplek di lokasi," imbuhnya.
(mei/mok)











































