Ada 'Manusia Purba' di Plasa Simpang Lima Semarang

Ada 'Manusia Purba' di Plasa Simpang Lima Semarang

- detikNews
Kamis, 08 Nov 2012 18:03 WIB
Ada Manusia Purba di Plasa Simpang Lima Semarang
Semarang - Pengunjung Plasa Simpang Lima Semarang kaget saat masuk pintu masuk hall Arjuna. Ada satu keluarga manusia purba tanpa busana berdiri di tengah hall. Sejurus kemudian, ketakutan mereka berubah jadi rasa penasaran dan ajang foto bersama.

Tiga patung manusia purba jenis homo erectus yang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak tersebut sengaja dipasang di mal untuk menarik pengunjung. Pasalnya saat itu juga tengah digelar Pameran Bersama Warisan Budaya Dunia di hall Arjuna Plasa Simpang Lima Semarang.

Salah satu pengunjung, Susi Hendarti (22) dan rekannya Trimeta Ningsih (18) mengaku sempat takut melihat patung berukuran 1:1 yang dibuat semirip mungkin itu. Namun setelah mengamati dengan seksama beserta penjelasan di pameran, mereka jadi tertarik mempelajarinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadinya tidak tahu ini manusia purba jenis apa. Museum bagus kayak gini, di mal tidak membosankan. Anak-anak kecil juga jadi mendapat pengetahuan," kata Susi, Kamis (8/11/2012).

"Kalau masalah patungnya telanjang itu jangan dilihat dari pornonya, kan pada zamannya memang belum berpakaian," imbuhnya.

Selain patung manusia purba, benda-benda sejarah yang dipamerkan cukup menarik karena terdiri dari peninggalan asli berupa fosil mahluk purba seperti kerbau purba dan beberapa tengkorak manusia purba berbagai jenis.

Tidak ketinggalan alat-alat yang digunakan pada jaman pra sejarah dan enam jenis peninggalan Indonesia yang diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia pun ikut dipajang. Enam warisan budaya tersebut meliputi situs manusia purba Sangiran di Karanganyar dan Sragen, Wayang, Keris, serta Candi Prambanan dan Borobudur yang ditampilkan dalam bentuk miniatur.

Penanggungjawab Publikasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng, Wahyu Kristanto, mengatakan benda bersejarah yang dipamerkan memang bertemakan World Heritage, di mana benda-benda tersebut sudah diakui dunia.

"Prambanan sendiri sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco dengan nomor 642," terangnya di depan stand candi Prambanan.

Selain melihat koleksi museum dari berbagai daerah di Jawa Tengah, pengunjung juga bisa menambah wawasan dengan bertanya kepada penjaga masing-masing stan. Termasuk mencoba memainkan benda-benda kebudayaan semisal gamelan dan wayang.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo yang diwakili Kepala Bidang Kesejarahan dan Kepurbakalaan Disbudpar Jateng, Suhardi mengatakan, pameran budaya ini sengaja digelar di mal agar bisa memberikan wawasan dan pengetahuan tentang beragamnya budaya Indonesia yang sudah mendunia kepada pengunjung.

"Pameran sebagai media sosialisasi yang dianggap efektif, apalagi di mal, jadi tidak usah mengundang. Sekalian jalan-jalan bisa lihat pameran," katanya saat acara pembukaan.

Manfaat pameran benda bersejarah di mal itu dirasakan oleh pengunjung salah satunya Muhammad Mujahid (41) yang mengajak anaknya Hasan (4). Menurutnya, pameran seperti ini merupakan langkah efektif untuk mengajarkan sejarah kepada anak.

"Orangtua saja belum tentu tahu soal sejarah loh. Untuk datang ke museum, anak-anak zaman sekarang susah. Kalau seperti ini kan jadi menyenangkan, tidak jenuh dan tidak monoton," ujarnya.

Peserta pameran tersebut terdiri dari delapan pihak yaitu Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Cagar Budaya, Museum Ranggawarsita, Museum Tosan Aji, Wayang Wonogiri, Museum Wayang Banyumas ,Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran dan Bokor Kencono Semarang. Pameran yang menampikan ratusan benda bersejarah itu akan berlangsung 8-12 November mendatang.

(alg/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads