Di Jeddah, Arab Saudi terdapat 400-an tenaga kerja Indonesia (TKI) yang telantar. Mereka dijanjikan oleh Konjen RI setempat untuk dipulangkan ke Tanah Air pada 18 Oktober 2012 dengan menggunakan pesawat pengangkut haji. Namun, janji itu hingga kini belum terealisasi.
"Para TKI itu ditampung di tahanan imigrasi Arab Saudi. Beberapa di antara mereka jatuh sakit dan stres karena ketidakjelasan pemberangkatan," ujar anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari, Kamis (8/11).
Konjen RI di Jeddah kini masih sibuk mengurus haji. Tetapi, hal itu tak boleh jadi alasan untuk menghentikan lobi ke Pemerintah Arab Saudi guna memulangkan TKI yang masih tertahan. Apalagi lobi ini masih berkelindan dengan upaya pemulangan 1.250-an TKI pada pertengahan Oktober lalu. Eva berharap pemerintah segera bergerak karena kondisi TKI yang sedang menunggu kian memprihatinkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi PDIP ini pun coba mengurai akar masalah. Menurut dia, persoalan TKI menjadi beban tambahan di luar tugas kelompok komisi (Tupoksi) bagi Kementerian Luar Negeri. Beban besar muncul karena pemerintah gagal mengkoordinasikan kebijakan antarlembaga negara terkait, yakni Kementerian Agama, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta pihak imigrasi. (nwk/nwk)










































