Ditanya Anak SD, Menhub Akui Telat Sediakan Jalur Khusus Motor

Ditanya Anak SD, Menhub Akui Telat Sediakan Jalur Khusus Motor

Rina Atriana - detikNews
Kamis, 08 Nov 2012 13:51 WIB
Ditanya Anak SD, Menhub Akui Telat Sediakan Jalur Khusus Motor
(Foto: Rina Atriana/detikcom)
Jakarta - Sekitar 36 anak SD kelas 4-6 diberi kesempatan bertanya pada Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan seputar transportasi. Dengan polosnya mereka bertanya tentang tugas Menhub hingga motor yang menerobos trotoar untuk pejalan kaki.

Anak-anak itu diberi kesempatan mengajukan 2-3 pertanyaan pada Menhub EE Mangindaan di acara 'Konferensi Anak 2012: Keselamatanku di Jalan' di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012).

Pertanyaan terlontar dari Ananta Aulia Althaamf, bocah kelas 4 SD perwakilan dari Provinsi Banten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak, tugas Menteri Perhubungan itu apa sih?" tanya Ananta polos. Spontan pertanyaan Ananta ini mengundang tawa para hadirin yang datang.

"Ya sebelumnya saya doakan, semoga yang bertanya kelak akan menggantikan saya. Kita ketahui jalur perhubungan ada darat, laut, udara. Tugas kita adalah menjamin ketiganya dapat bersinergi dan menjamin agar tidak banyak terjadi kecelakaan-kecelakaan. Saya mohon pada adik-adik di sini sebagai pelopor keselamatan di jalan untuk bantuannya," jawab Menhub yang mengenakan seragam Kemenhub warna biru muda ini.

Pertanyaan lain dilontarkan Rheza Adrian Ramadanto, bocah kelas 4 SD yang mewakili DKI Jakarta.

"Pak, kenapa sih sepeda motor masih banyak yang lewat di trotoar, kenapa tidak ada jalur khusus seperti di luar negeri?" tanya Rheza.

"Kita tahu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi. Semua orang sekarang dapat membeli motor. Sehingga sepeda motor adalah kendaraan yang paling banyak ditemui di Indonesia saat ini. Dan ternyata kita terlambat dalam menyiapkan jalur khusus untuk sepeda motor itu," jawab Menhub.

Menhub kemudian menambahkan, dengan adanya polisi lalu lintas dan warga, sepeda motor yang berjalan di trotoar bisa ditertibkan.

(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini