"Perkumpulan Greenpeace harus transparan soal asual-usul dana. Ada kepentingan asing dalam setiap aksinya," kata koordinator aksi, Fikri saat berdemo didepan kantor Greenpeace, Jl Abdullah Syafii, Tebet, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Dalam aksi damainya, mereka membawa 2 keranda sebagai simbol matinya organisasi Greenpeace. Juga poster dan spanduk besar yang mengecam kehadiran Greenpeace di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengantisipasi aksi kelompok yang tergabung dalam Salafunassholeh tersebut, puluhan polisi berjaga di kantor Greenpeace. Hanya saja, kantor 4 lantai itu sendiri terlihat sepi, hanya ada 2 satpam yang menutup pagar gerbang warna hijau rapat-rapat.
Pendemo akhirnya membubarkan diri setelah puas berorasi sekitar 6o menit sambil melakukan teatrikal dengan menabur bunga diatas keranda mayat. Sebagian lain melakukan aksi shalat jenazah di depan keranda mayat tersebut.
Arus lalu-lintas dari arah Kampung Melayu menuju Casablanca sempat tersendat karena sebagian massa memenuhi satu lajur jalan.
(Ari/mok)











































