"Demokrasi itu berkembang dan berubah. Keberlanjutan proses demokrasi akan ditentukan oleh hasil-hasil yang dicapai. Forum ini diyakini bisa menjadi forum pemerintah global untuk menyelesaikan persoalan yang ada dan menjadi sangat penting di masa depan," ujar Presiden SBY dalam sambutannya, di Convention Center (BICC), The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11/2012).
SBY berterimakasih kepada sejumlah kepada negara yang telah hadir dan berpartisipasi dalam BDF ke V yang bertema 'Advancing Democratic Principles at The Global Setting' ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BDF yang kelima ini adalah waktu yang sangat baik bagi negara-negara peserta untuk mengetahui kemajuan BDF dalam lima tahun terakhir. Terkait dengan kemajuan demokrasi setiap tahun, kita mengalami kemajuan demokrasi di banyak negara di Asia dan Demokrasi semakin maju," imbuhnya.
SBY bangga forum antar pemerintah yang pertama tentang demokrasi di Asia ini kini telah tumbuh menjadi forum utama di kawasan. Anggota BDF terus bertambah dari 39 negara pada tahun 2008 menjadi 83 pada saat ini.
Hadir dalam acara ini PM Australia Julia Gillard, PM Thailand Yingluck Shinawatra, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Presiden Afghanistan Hamid Karzai, PM Timor Leste Xanana Gusmao, PM Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak.
Bali Democracy Forum (BDF) pertama kali diselenggarakan pada 2008 atas prakarsa Pemerintah Indonesia sebagai upaya membangun demokrasi di kawasan Asia Pasifik. BDF sendiri bertujuan mendorong kerjasama regional dan internasional dalam menegakkan perdamaian dan demokrasi melalui penyelenggaraan dialog dan berbagi pengalaman antar negara-negara peserta.
(ega/mad)











































